Pada suatu hari, hiduplah seorang permaisuri yang cantik, juga memiliki perangai yang sangat baik hati. Raja dan rakyat sangat mencintainya, namun sayangnya permaisuri tidak memiliki anak. Terkadang Permaisuri sering menangis sendiri karena kesepian dan tiada suara anak-anak kecil di dekatnya, bila ia berjalan-jalan ke desa bersama para pengawalnya, tidak jarang ia merasa iri dengan keadaan ibu-ibu di desanya yang memintanya untuk mendoakan anak-anaknya.
Pada suatu ketika, saat permaisuri sedang dilanda kesepian, permaisuri berjalan-jalan di sepanjang pantai dekat dengan istananya. Ketika ia sedang melamun, datanglah seekor kucing yang sedang hamil. Seketika itu juga permaisuri terpana melihat kucing tersebut. Kucing itu berwarna belang-belang dengan warna-warna yang bersinar seputar tubuhnya. Si kucing tadi hanya melewatinya tanpa menengok sama sekali.
Keesokan harinya, karena penasaran, permaisuri kembali datang mengunjungi pantai di dekat istana, ia pun duduk di tempat yang sama. Dan kali ini, kucing tersebut kembali melewatinya tanpa permaisuri bisa menyentuhnya. “oh tuhan.... betapa pongahnya kucing ini” ujar permaisuri sambil tersenyum.
Ketika untuk yang ke empat kalinya permaisuri melihat si kucing tersebut. Kali ini perut si kucing semakin membesar, dan terlihat jalan si kucing semakin sulit, akhirnya permaisuri dengan iba langsung menghampirinya.
“Wahai kucing cantik, berapa bulan lagi kah anakmu akan lahir?” tanya permaisuri tersebut.
Si kucing hanya menatapnya dan mengeong kemudian berlalu tanpa permaisuri bisa menyentuhnya kembali.
Malamnya, permaisuri bermimpi. Ia memimpikan mendapatkan anak kembar tiga, namun anak ini sungguh berbeda dengan anak yang biasa, ketiga bayi tersebut tampak bersinar dengan indah persis seperti sinar yang ada di tubuh si kucing yang sering ia lihat. Saat itu juga permaisuri langsung bangun dan menceritakannya kepada sang Raja. Mendengar hal tersebut, sang Raja sungguh senang dan langsung bertanya kepada peramal istana apa maksud dari mimpi permaisuri.
Peramal istana yang setia pada Raja dan Permaisuri, kemudian mulai menyiapkan semua bahan untuk menyelidiki arti dari mimpi si peramal. Ia kemudian meminta Raja untuk tidak menggangunya selama 7 hari 7 malam.
Permaisuri yang masih penasaran dengan arti mimpi tersebut, kemudian semakin sering datang ke pantai, namun sejak datangnya mimpi itu, permaisuri tidak pernah melihat kucing itu lagi.
Akhirnya penantian selama 7 hari 7 malam pun usai, peramal istana langsung datang menemui sang Raja dan Permaisuri. Dengan tertawa dan tersenyum dengan gembira, peramal istana berkata. “Wahai Raja dan Permaisuri ku, pada akhirnya hamba telah mendapatkan arti dari mimpi sang permaisuri”
“apa itu wahai peramal istana? Apakah berita baik, ataukah buruk?” tanya sang Raja tidak sabar.
“Berita baik, wahai Rajaku. Sebelumnya, hamba ingin bertanya kepada permaisuri, apakah permaisuri pernah bertemu dengan seekor kucing berwarna belang-belang yang sedang hamil besar dengan warna tubuh yang bersinar?” tanya si peramal.
“Ya benar” sahut permaisuri.
“Wahai Raja ku... kucing tersebut adalah kucing dari khayangan, ia bertugas menyampaikan pesan kepada umat manusia, bahwa sang ratu akan segera hamil” mendengar ini semua orang di istana langsung bertepuk tangan.
“Belum sampai disitu wahai Raja agungku... kemungkinan juga permaisuri akan melahirkan 3 anak kembar dan kucing ini juga mengatakan kepada hamba, kemungkinan bayi sang permaisuri akan sedikit berbeda dengan anak lainnya, menurutnya ini adalah cobaan dari tuhan untuk kita semua” ujar si peramal lagi.
“Cobaan seperti apa itu peramal istana?” tanya Raja penasaran.
“Mohon maaf namun, ia tidak mengatakannya lagi yang mulia” kata si Peramal Istana.
Raja hanya menghela nafas kemudian menjawab. “baiklah maka akan kita tunggu kelahiran anak-anak ku nanti.
Kerajaan Berhati Emas II
Tidak terasa perut sang permaisuri semakin membesar, hingga tibalah hari kelahiran anak-anak kembarnya tersebut. Proses kelahiran sangat sulit karena bayinya seperti bisa bergerak dan mencakar perut permaisuri, setiap kali bayi itu bergerak, permaisuri selalu berteriak, hingga sang Raja yang sangat mencintainya tidak kuasa menahan kesedihan.
Akhirnya tiga bayi kembar yang dinantikan pun telah lahir, sayangnya permaisuri yang baik hati tersebut, tidak dapat bertahan lama dan meninggal dunia. Istana indah yang tadinya penuh kegembiraan pun tiba-tiba dirundung duka. Saat itulah keanehan anak-anak Raja dan Permaisuri terlihat.
“Ayah... Jangan bersedih.... Ibu baik-baik saja disana, bersama malaikat pencipta kita... pesan ibu, jika ayah bersedih nanti, maka ibunda pun kan ikut bersedih di dunia sana” kata salah satu dari bayi tersebut.
Raja dan abdi istana yang lain sangat terkejut mendengar hal ini. Kemudian Raja pun ingat akan ucapan peramal istana bahwa anak-anak dari Raja dan Permaisuri ini memang memiliki keunikan bila dibandingkan dengan anak-anak yang lain
Semakin hari, semakin tumbuhlah ketiga anak tersebut, dan semakin mereka dewasa, sinar dalam diri mereka semakin terlihat. Pernah suatu hari si bungsu dari tiga bersaudara bertanya pada ayahnya. “wahai ayahku sang Raja yang bijaksana, tahukah ayahanda mengapa terkadang ketika kami lewat di pasar, para penduduk sering menengok kami seakan-akan kami ini adalah anak dari malaikat?” tanya nya.
Raja hanya terseyum dengan pertanyaan si bungsu dan menjawab “wajarlah sayang ku, engkau dan kakak-kakakmu adalah anak-anak dari Istana Bahagia, mana mungkin tidak ada penduduk desa yang tidak melirik kalian?” ujarnya.
Tahun ke tahun anak-anak Raja yang sungguh unik tersebut semakin tumbuh dewasa, tampan, dan cantik. Si sulung tumbuh dengan badan yang sangat tegap dan memiliki jiwa memimpin yang sangat hebat, si tengah menjadi gadis yang sangat cantik, seperti permaisuri dahulu, dan memiliki tingkah laku yang sangat bijak sama seperti ayahandanya. Dan si bungsu, memiliki badan yang sangat kecil, namun memiliki ke arifan dan ketampanan yang luar biasa.
Ketika mereka semua sudah beranjak dewasa, mulai banyak negara-negara lain yang merasakan keunikan dari anak-anak Raja dan Permaisuri, sudah banyak negara-negara tetangga yang ingin menjodohkan anak-anak mereka dengan anak-anak Raja dan Permaisuri, namun sayangnya Anak-anak Raja dan Permaisuri selalu memberikan alasan. “belum saatnya wahai Rajaku”.
Karena telalu sering menolak, akhirnya timbulah kebencian di hati kerajaan-kerajaan dari negara-negara lain itu terhadap istana sang Raja dan Permaisuri, mulailah banyak peperangan yang timbul.
Ketika peperangan tersebut, ternyata sang Raja yang telah kehilangan Permaisurinya, terkena panah beracun, dan langsung di tolong oleh anak sulungnya. “Wahai anakku... sebelum ayahmu akan menyusul ibumu.... tolong lindungilah Istana kita, kalau bisa perbesarlah kawasan negara kita tanpa adanya kekerasan.”
“Bagaimana caranya wahai ayahanda?” tanya si sulung sambil menangis. Namun sebelum sang ayahanda mengatakan yang sebenarnya... tiba-tibalah munculah kucing yang pernah ditemui oleh sang Permaisuri dulu, ia langsung muncul dan menerkam marah ke arah si sulung sehingga si sulung pun menjauh dari ayahnya. Kucing itu hanya menengok sekali dan langsung membawa sang Raja pergi dari medan peperangan membiarkan si Sulung yang hanya bisa terdiam terpaku.
Tidak beberapa lama, datang lah si Tengah dan si Bungsu ke arah kakaknya yang terduduk terdiam. “ kakanda, ada apa?” tanya adik-adiknya dengan cemas.
Namun kakaknya tidak dapat berkata apa-apa dan kemudian langsung pingsan.
Setelah sang Raja menghilang, kerajaan semakin kacau. Si sulung yang melihat sendiri bagaimana ayahnya menghilang, berusaha menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada abdi kerajaan, namun setiap kali ia ingin bercerita mulutnya seperti tidak bisa bicara, hingga akhirnya semua orang tidak ada yang percaya padanya.
Si tengah akhirnya dipercaya menjadi seorang ratu yang memimpin, hingga akhirnya ia tidak bisa membantu atau mendengar ocehan apa yang dikeluarkan oleh kakaknya hingga ia juga menganggap bahwa kakaknya sudah gila.
Si bungsu, yang paling kecil dan paling arif sungguh tidak menduga keluarganya akan berubah seperti ini. Hingga pada suatu malam yang terang karena rembulan. Si bungsu dengan diam-diam berjalan-jalan di pantai yang dulu sering dilewati oleh sang Permaisuri.
Karena lelah berjalan-jalan ia akhirnya dudul di sebuah batu di pinggir pantai dan melamun. Ketika ia sedang melamun itulah, tiba-tiba dari kejauhan ia melihat sebuah cahaya terang... dan tiba-tiba dari cahaya itu, munculah sang Permaisuri dengan seekor kucing Putih dengan
Si bungsu terlonjak dari kursinya dan ingin kabur, namun ia sama sekali tidak dapat bergerak. “wahai anakku... jangan lah kau takut...” sahut sang permaisuri. Kemudian Permaisuri menengok ke arah dan ke Kiri. “kemana kakak-kakakmu wahai anakku?”
Si Bungsu yang sudah mulai tenang, kemudian menceritakan apa yang terjadi pada Permaisuri. Permaisuri hanya mengangguk dan mengatakan. “Seharusnya sang Raja tidak pergi dengan cepat, namun apa boleh buat... kalian adalah anak-anak yang diturunkan dari langit, sama seperti teman yang ada di sebelahku ini, apa kau kenal siapa kucing di sebelahku ini wahai anakku?”
Si Bungsu hanya menggeleng. “dia adalah ayahmu” permaisuri menengok dan meminta suaminya untuk berubah wujud. Sekali lagi si Bungsu menyaksikan dengan takjub. Lalu sang Raja dengan wibawanya yang biasa meminta si Bungsu untuk menyampaikan pesan kepada kakak-kakaknya agar dapat memimpin rakyat menjadi lebih baik.
“Kalian dilahirkan untuk dapat memperbaiki kekacauan yang ada di istana ini, tanpa kalian sadari sebenarnya aku memiliki tiga kerajaan yang tempatnya agak berjauhan, hal ini aku sembunyikan agar tidak ada yang semakin sirik kepada keluarga kita dan bisa tetap melindungi kamu dan saudaramu, sekarang karena yang terjadi ternyata di luar keinginan aku dan ibumu, maka aku harap kamu dan kakak mu bisa mengembalikan ketentraman yang dulu pernah ada”
“Katakan pada kakakmu, ia harus dapat mengurus kerajaan di sebelah Timur, disana pula ia akan menemukan putri yang akan dinikahinya nanti dan rakyat pun akan percaya padanya, Kakakmu yang lain harus mengurus kerajaan di sebalah Barat, dimana akan ada seorang pangeran yang akan melamarnya nanti, dan kamu sendiri akan memimpin kerajaan ini”
Tidak lama setelah sang Raja dan Permaisuri mengatakan hal tersebut mereka pun langsung menghilang secara tiba-tiba. Dengan susah payah, akhirnya si Bungsu segera pulang dan menyampaikan pesan orang tua mereka kepada kakak-kakaknya.
Akhirnya setelah bertanya kepada si peramal istana yang sudah semakin tua, namun memiliki indra keenam yang masih sangat tajam, kakak-kakaknya pun langsung berangkat ke negeri yang berbeda untuk memiliki istana yang disebutkan oleh orang tua mereka dan bahagia selamanya. Bagaimana dengan nasib si Bungsu? Si Bungsu walaupun memiliki tubuh yang tidak tegap seperti kakak pertamanya, dan tidak juga memiliki ketegasan yang sama seperti kakaknya yang kedua, namun ia memiliki kewibawaan seperti sang Raja dan Kebaikan sang Permaisuri, hingga Rakyat merasa dipimpin oleh Raja dan Permaisuri yang terdahulu. Keunikan lain dari tiga bersaudara ini adalah semakin mereka berbuat baik terhadap masing-masing rakyatnya semakin bersinarlah tubuh dan istana mereka, oleh karena itu kerajaan dari tiga bersaudara ini sering disebut sebagai kerajaan berhati emas.
The End
Selasa, 11 Mei 2010
Petualangan Kelinci
11 Mei 2010
Pagi hari kelinci terbangun karena ada merpati pos yang mengetuk-ngetuk jendelanya.
Kelinci: apa ini? surat lagi?
Merpati pos: ya... begitulah...baca aja…
Dan kelinci pun membuka suratnnya, ternyata itu dari salah satu sahabatnya Beruang putih. Isi Suratnya:
“Dear kelinci… maaf ya sepertinya hari ini aku ga bisa mengantarkan mu ke perpustakaan, tiba-tiba saja ada acara keluarga dan aku harus ikut… lain kali saja kita jalan-jalan lagi, gimana?”
Kelinci yang membacanya dengan mata mengantuk, langsung membuka matanya lebar-lebar dan membaca suratnya untuk kedua kalinya. “ya ampun… aku sudah merencanakan untuk pergi dengannya sudah lama, kami tinggal berdekatan, tapi satu kalipun dia sudah tidak pernah berkunjung, dan sekarang dia kembali membatalkan janji untuk menemani aku?? god! sebal!!!!” teriaknya keras-keras.
Merpati: “Jangan keras-keras sayang, kau bisa membangunkan seluruh keluargamu”
Kelinci: “ Ya! tapi aku jadi sangat kesal kepadanya! tidak bisa kah dia ada waktu untukku sebentar saja, masa demi si Gajah dia mau dan demi aku yang sudah kenal lebih lama darinya dia tidak mau? hanya untuk satu hari saja?”
Merpati pos (menguap) : “cepatlah balas, aku masih banyak pekerjaan neh…”
Sambil masih menggerutu, akhirnya si kelinci hanya membalas surat si beruang putih dengan tulisan “ok see u” dan berjanji tidak akan meminta tolong lagi padanya….
setelah itu Kelinci langsung beranjak dari kasurnya dan ke kamar mandi untuk bertemu dengan penjaga perpustakaan dan meminta Koran yang dimintanya untuk tugas sekolah esok hari. saat itu kelinci benar-benar kesal! but dia bisa menutupinya dari semua keluarganya.
sampai di perpustakaan, seperti biasa dia disambut dengan ramah oleh si penjaga, yang langsung menunjukan dimana dia bisa mengambil Koran yang sudah dia pilih2 kemarin, kemudian menyerahkannya kepada penjaga perpustakaan dia langsung berkomentar, “wah banyak banget de yang mau di fotocopi?”
kelinci hanya menjawabnya sambil tersenyum. “well semuanya buat sekolah saya mba, hehehe” jawabnya, “ngomong-ngomong fotocopi yang terdekat ada dimana ya? saya ingin segera beres neh?”
penjaga perpustakaan, “ada di dekat gang sebelah” jawabnya.
kelinci pun langsung beranjak dan segera ke tempat foto copian, sesampainya disana ternyata tukang fotocopi tersebut tidak bisa membuat fotocopian tersebut, sehingga kelinci pun mencari tempat fotocopian berikutnya yang bisa memfotocopi Koran tersebut. setelah mencari di beberapa tempat dengan membawa 40 koran, kelinci akhirnya menyadari ternyata menjadi tukang Koran sama sekali tidak enak, “uh baru 40 koran saja, rasanya sudah sangat melelahkan, apalagi sampai seperti tukang Koran?” ujarnya dalam hati.
sepanjang perjalanan itu, dia selalu bertemu dengan berbagai macam hewan lain, dan hewan lain selalu menatapnya bertany-tanya untuk apa kelinci yang sangat mungil membawa Koran sebanyak 40 lembar? dan setiap kali ditanya kelinci hanya menjawab “tugas….!” sahutnya.
Akhirnya sampailah dia di sebuah fotocopian, yang sangat besar, begitu sampai dia langsung meletakkan Koran itu dimeja pelangan fotokopian, dia langsung bertanya kepada si pedagang, apakah dia bisa memfotokopi 40 koran yang dia bawa, syukurlah si pelayan langsung menjawab bisa, namun sayangnya sang kelinci harus membayar sangat mahal untuk hasilnya.
karena Koran itu sangat banyak, pelayan meminta kelinci untuk menunggu di rumah karena akan memakan waktu yang sangat lama untuk memfotocopi Koran tersebut. karena rumah si kelinci sangat jauh dari tempat fotocopian tersebut, akhirnya dia pergi ke rumah eyangnya dan menunggu kabar dari tempat fotocopian. sambil menunggu dengan iseng dia mengirim surat kepada kk sepupunya, untuk bisa mengantarnya ke tempat fotocopian dan mengantarnya ke perpustakaan untuk mengembalikan Koran tersebut. kelinci sangat lelah hari ini karena harus bolak-balik perpustakaan dan tempat fotocopian.
tak beberapa lama kk sepupunya datang dan langsung mengantarkannya ke tempat fotocopian, dan kembali ke perpustakaan, setelah beres kelinci pun pulang. Ketika sampai di rumah dia langsung tertidur di kamarnya….
“UH,… Lelahnya…..zzzzzzzzzz” sahut kelinci….
***THE END***
Pagi hari kelinci terbangun karena ada merpati pos yang mengetuk-ngetuk jendelanya.
Kelinci: apa ini? surat lagi?
Merpati pos: ya... begitulah...baca aja…
Dan kelinci pun membuka suratnnya, ternyata itu dari salah satu sahabatnya Beruang putih. Isi Suratnya:
“Dear kelinci… maaf ya sepertinya hari ini aku ga bisa mengantarkan mu ke perpustakaan, tiba-tiba saja ada acara keluarga dan aku harus ikut… lain kali saja kita jalan-jalan lagi, gimana?”
Kelinci yang membacanya dengan mata mengantuk, langsung membuka matanya lebar-lebar dan membaca suratnya untuk kedua kalinya. “ya ampun… aku sudah merencanakan untuk pergi dengannya sudah lama, kami tinggal berdekatan, tapi satu kalipun dia sudah tidak pernah berkunjung, dan sekarang dia kembali membatalkan janji untuk menemani aku?? god! sebal!!!!” teriaknya keras-keras.
Merpati: “Jangan keras-keras sayang, kau bisa membangunkan seluruh keluargamu”
Kelinci: “ Ya! tapi aku jadi sangat kesal kepadanya! tidak bisa kah dia ada waktu untukku sebentar saja, masa demi si Gajah dia mau dan demi aku yang sudah kenal lebih lama darinya dia tidak mau? hanya untuk satu hari saja?”
Merpati pos (menguap) : “cepatlah balas, aku masih banyak pekerjaan neh…”
Sambil masih menggerutu, akhirnya si kelinci hanya membalas surat si beruang putih dengan tulisan “ok see u” dan berjanji tidak akan meminta tolong lagi padanya….
setelah itu Kelinci langsung beranjak dari kasurnya dan ke kamar mandi untuk bertemu dengan penjaga perpustakaan dan meminta Koran yang dimintanya untuk tugas sekolah esok hari. saat itu kelinci benar-benar kesal! but dia bisa menutupinya dari semua keluarganya.
sampai di perpustakaan, seperti biasa dia disambut dengan ramah oleh si penjaga, yang langsung menunjukan dimana dia bisa mengambil Koran yang sudah dia pilih2 kemarin, kemudian menyerahkannya kepada penjaga perpustakaan dia langsung berkomentar, “wah banyak banget de yang mau di fotocopi?”
kelinci hanya menjawabnya sambil tersenyum. “well semuanya buat sekolah saya mba, hehehe” jawabnya, “ngomong-ngomong fotocopi yang terdekat ada dimana ya? saya ingin segera beres neh?”
penjaga perpustakaan, “ada di dekat gang sebelah” jawabnya.
kelinci pun langsung beranjak dan segera ke tempat foto copian, sesampainya disana ternyata tukang fotocopi tersebut tidak bisa membuat fotocopian tersebut, sehingga kelinci pun mencari tempat fotocopian berikutnya yang bisa memfotocopi Koran tersebut. setelah mencari di beberapa tempat dengan membawa 40 koran, kelinci akhirnya menyadari ternyata menjadi tukang Koran sama sekali tidak enak, “uh baru 40 koran saja, rasanya sudah sangat melelahkan, apalagi sampai seperti tukang Koran?” ujarnya dalam hati.
sepanjang perjalanan itu, dia selalu bertemu dengan berbagai macam hewan lain, dan hewan lain selalu menatapnya bertany-tanya untuk apa kelinci yang sangat mungil membawa Koran sebanyak 40 lembar? dan setiap kali ditanya kelinci hanya menjawab “tugas….!” sahutnya.
Akhirnya sampailah dia di sebuah fotocopian, yang sangat besar, begitu sampai dia langsung meletakkan Koran itu dimeja pelangan fotokopian, dia langsung bertanya kepada si pedagang, apakah dia bisa memfotokopi 40 koran yang dia bawa, syukurlah si pelayan langsung menjawab bisa, namun sayangnya sang kelinci harus membayar sangat mahal untuk hasilnya.
karena Koran itu sangat banyak, pelayan meminta kelinci untuk menunggu di rumah karena akan memakan waktu yang sangat lama untuk memfotocopi Koran tersebut. karena rumah si kelinci sangat jauh dari tempat fotocopian tersebut, akhirnya dia pergi ke rumah eyangnya dan menunggu kabar dari tempat fotocopian. sambil menunggu dengan iseng dia mengirim surat kepada kk sepupunya, untuk bisa mengantarnya ke tempat fotocopian dan mengantarnya ke perpustakaan untuk mengembalikan Koran tersebut. kelinci sangat lelah hari ini karena harus bolak-balik perpustakaan dan tempat fotocopian.
tak beberapa lama kk sepupunya datang dan langsung mengantarkannya ke tempat fotocopian, dan kembali ke perpustakaan, setelah beres kelinci pun pulang. Ketika sampai di rumah dia langsung tertidur di kamarnya….
“UH,… Lelahnya…..zzzzzzzzzz” sahut kelinci….
***THE END***
Minggu, 09 Mei 2010
Tolong! Kelinci Diculik!
Lanjutan Kisah Kelinci, Koala, Harimau, dan Beruang Madu
Part I :Penculikan Kelinci
Hari itu adalah hari Minggu, hari ini ia memiliki janji dengan sahabatnya sang koala untuk pergi ke pasar bersama. Kelinci teringat, minggu lalu ia sempat kemping bersama sahabatnya yang lain yaitu Harimau dan Beruang Madu, namun minggu ini nampaknya hanya ia dan Koala saja yang bisa bersama-sama. Saat ia sedang berjalan-jalan bersama Koala, tiba-tiba dia mendapat kabar dari merpati pos kalau teman-temannya yang lain (Harimau dan Beruang Madu) sedang berada di pegunungan menemani Bu Guru. Harimau bertanya kepada kelinci, “lagi ada dimana?”. “Dipasar bersama dengan Koala, kenapa?” sahut Kelinci. “Kami sedang ada di gunung nih, menemani bu guru, semalam dia ajak kita kemping jadi jalan deh, tapi kami jadi ingat kalian!” katanya.
Sementara itu, disampingku Koala hanya tersenyum-senyum saja, dan tiba-tiba bertanya pada sang kelinci. “Harimau, sms kamu ya?”. Kelinci hanya mengngguk, kemudian balik bertanya, “dia juga sms kamu?”. Koala mengangguk sambil senyam-senyum sendiri. “dia Tanya apa kita mau dijemput pulang dari pasar?”. Kelinci menengok ke kiri dan kanannya kemudian berkata, “tapi kita kan sedang bersama temanmu, masa kita meninggalkan dia, tapi kalau kamu lelah berjalan, kamu pulang aja sama temanmu dijemput oleh si Harimau dan Beruang madu.
Koala menggeleng, “ga enak ah, kita kan jalan awal bertiga, masa salah satu mau ditinggalkan. Akhirnya si Kelinci pun memberikan pesan pada Merpati Pos untuk mengatakan pada sang Harimau dan Beruang madu, agar tidak usah menjemput mereka. Sepulangnya dari pasar, Kelinci main sebentar ke rumah Koala, dan kemudian pulang ke rumahnya.
Menjelang siang hari, Kelinci mulai merasa bosan, namun untuk menghalau kebosanannya tersebut, Kelinci pun mencoba untuk sedikit merapikan kamarnya, mengerjakan tugas-tugas yang belum sempat ia kerjakan. Sedang asik-asiknya mengerjakan tugas, tiba-tiba jendela kamarnya ada yang mengetuk, Kelinci kaget kemudian, dengan perlahan ia membuka kaca jendelanya, dan ternyata ada seekor Merpati pos dengan surat di paruhnya. “Hei Kelinci, kau mendapatkan surat lagi nih, dari sang Harimau”. Kelinci pun cepat-cepat mengambil surat dari paruh si Merpati Pos. “Kami mau ke kosan mu ya! kau ada kan?” tulis surat tersebut. Kelnci cepat-cepat membalas surat tersebut dan memberikannya kepada Merpati Pos kembali.
Selang beberapa menit, muncullah surat kedua dari Harimau, “ok satu jam lagi kami akan datang”. Selama menunggu selama satu jam tersebut, kelinci selalu bertanya-tanya ada apa dengan harimau dan Beruang Madu? apa nanti Koala juga akan ikut? tumben mereka mau main ke kosan tanpa dia minta, biasanya mereka hanya datang kalau Kelinci atau Koala sedang membutuhkan bantuan saja, atau ketika barang mereka masih ada di salah satu rumah Kelinci atau Koala.
Saat sedang asyik kembali membaca tiba-tiba terdengarlah teriakan dari luar.
Beruang Madu “heiii… Kelinci… kamu ada di dalam?”
Kelinci cepat-cepat keluar dari peraduannya, ketika sampai di luar, yang dilihatnya hanyalah si Beruang Madu saja, sedangkan si Harimau sama sekali tidak ada. maka bertanyalah ia pada si Beruang Madu. “Harimau mana?”
Beruang Madu, “nanti dia nyusul! boleh masuk ga? dingin disini…” katanya sambil mulai menggosokkan cakarnya yang besar. Kelinci pun mempersilahkan si Beruang Madu untuk masuk ke peraduannya yang SYUKURLAH cukup besar untuk ukuran si kelinci, dan sedang untuk ukuran si Beruang Madu.
Ketika Kelinci menyuguhkan madu dari sarang lebah yang dekat dengan rumahnya, Beruang langsug meminumnya dengan nikmatnya. Selesai menonton si Beruang madu meminum madunya sang Kelinci langsung bertanya kepada si Beruang madu:
Kelinci: “Jadi? tumben sekali kamu sendirian yang datang ke rumah aku? ga sama Harima u?”
Beruang Madu: “nanti juga dia menyusul!” (sambil masih asik menjilati bibirnya yang masih ada madunya).
Tidak beberapa lama setelah itu, jendela si Kelinci berbunyi kembali, “Tok, Tok!”. “Nah itu pasti si Harimau” Kata si Beruang Madu. Namun Kelinci Nampak heran, masa Harimau yang begitu besar, mengetuk jendela, bukannya pintu sekalian, seperti sang Beruang Madu?. Ketika Kelinci membuka jendelanya, benar saja dugaannya! ternyata yang ada di luar bukanlah sang Harimau, tetapi Merpati pos dengan sebuah surat mengapit di paruhnya.
“Sorry… sepertinya aku akan telat ketempatmu, Kelinci, malam ini, biar si Beruang Madu aja ya yang menemani kamu? gak papa kan? soalnya aku cape banget nih, kalau harus kesana lagi…” bunyi surat yang ternyata ditulis oleh sang Harimau. Kelinci pun segera menyampaikan isi surat itu kepada sang Beruang madu. Si Beruang tampak heran… kemudian tiba-tiba saja dia menarik tangan si Kelinci dan berkata “Kita susul saja dia!” sahutnya. Dengan tubuh yang mungil, Si kelinci hanya bisaa berteriak sebentar mengatakan “Tolong!!!! Aku Diculik!!!!” Sayangnya malam itu sangat gelap, hgingga satwa lain tidak ada yang bisa mendengarnya.
Part II: Lapangan Tempat Si Harimau
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Beruang madu dan Kelinci sampai juga di sebuah tempat, mirip seperti lapangan yang sangat luas, masih dengan Kelinci menggelantung di badannya, si Beruang madu berjalan secara perlahan ke sebuah pohon. Samar-samar si Kelinci melihat sebuah tubuh sedang tidur. “Mirip sama Si Harimau… apa itu dia ya?” Tanya Si Kelinci dalam hati.
Akhirnya si Kelinci dan Beruang Madu sampai pula di pohon tersebut, dengan perlahan si Beruang madu pun menurunkan Kelinci dari pundaknya. Lalu berjalan ke sebelah makhluk yang sedang tertidur.
“Heh, Harimau… aku bawa kelinci nih… tinggal koala yang belum aku bawa… kita jadi berangkat ga hari ini?” Tanya si Beruang Madu.
Sang Harimau, menggeliat sebentar, kemudian bangun dan kaget karena ternyata si kelinci sudah ada di antara Beruang Madu dan Harimau. “Wah dah sejak kapan kamu ada disini kelinci?” Tanya Harimau.
Karena lelah Kelinci hanya menjawabnya dengan pelan, “Tadi aku diculik sama Beruang Madu, dia pikir kamu kenapa-kenapa gitu makanya ga jadi ke rumah aku” Kata kelinci polos.
Harimau dan Beruang Madu langsung tertawa dengan riang, kemudian Beruang Madu bertanya kepada sang Harimau, “jadi… siapa nih yang mau jemput si Koala?”. Sambil menguap Sang Harimau pun mulai berdiri dan mulai berjalan perlahan, “ya sudahlah biar aku saja, kau kan sudah jemput Kelinci, pasti kamu cape kan?” kata si Harimau.
Namun belum sampai beberapa meter menjauhi pohon kediaman Harimau, dengan tubuhnya yang besar, Beruang Madu dengan cepat menyusul si Harimau. “Jangan… Aku aja deh yang jemput Koala, soalnya sepertinya kamu cape banget …kan perjalanan tadi lumayan juga… kamu temenenin si Kelinci aja ya” lantas dia pun segera berlari dengan keempat kakinya yang besar menuju kegelapan malam meninggalkan Kelinci dan Harimau.
Part III: Menunggu bersama si Harimau
Selepas ditinggalkan oleh sang Beruang Madu, dengan penasaran dia langsung mendekati sang Harimau dan duduk disebelahnya. “Kemana si Beruang Madu?”
“Jemput Koala…” jawab si Harimau dengan santai.
“Emang kita mau kemana?” Tanya si kelinci lagi.
“Mau ke tempat yang indah… kamu liat aj nanti… tenang ga akan lama ko sampai kesana, pemandangannya bener-bener indah deh…” sahut si Harimau lagi.
Kelinci hanya mengerutkan keningnya dan menatap si Harimau dengan curiga… lantas bertanya kembali, “kalian ga akan makan aku kan? jangan lupa manusia sangat suka pada dagingku loh!”
Sang Harimau hanya tertawa… “Tenang aku masih lebih suka daging rusa daripada dagingmu, soalnya lebih besar ukurannya… hahahahaha”
Kelinci pun ikut tertawa…”Apa menurutmu Koala akan marah karena aku tiba-tiba pergi ke tempatmu tanpa memberitahukan nya?”
“Kenapa dia harus marah? dia kenal aku kan sudah lama, jadi dia pasti tau aku tidak akan macam-macam padamu” Tanya Harimau heran.
Kelinci hanya mengangguk, namun tetap hatinya tidak akan tenang sebelum Koala dan Beruang Madu datang. Tidak beberapa lama, seekor burung merpati pos melemparkan sebuah surat kepada sang Kelinci. “Siapa?” Tanya Harimau. Kelinci pun segera membuka surat tersebut…
“Bagaimana keadaanmu disana? baik-baik aja kan? si Harimau menerkam kamu ta? aku harap tidak… aku lagi di rumah si Koala neh… dia sedang bersiap-siap… sepertinya dia lebih tau kami akan kemana dibandingkan kamu tadi… hhaha… ok deh… mungkin 15 menit kami akan sampai disana…hati-hati ya… PS: Beruang Madu”. Usai membaca si Kelinci hanya tersenyum, dan segera menyampaikannya kepada sang Harimau.
Tak beberapa lama, datanglah sang Beruang madu dengan Koala di pundaknya, kemudia Si Harimau yang tadinya hanya tidur-tiduran saja, kemudia berdiri dan menghampiri si Beruang Madu, kemudian mereka mengobrol dan berbisik-bisik, harimau berbalik dan berkata kepada Kelinci dan Koala. “Kalian tunggu disini ya, kami tidak akan lama” setelah itu Kelinci dan Koala ditinggalkan oleh si Harimau dan Beruang Madu.
Tak beberapa lama kemudian, Harimau dan Beruang Madu pun kembali dengan membawa banyak sekali perlengkapan, yang ternyata adalah makanan. “OK.. Pa semuanya sudah siap untuk berangkat? Aku siap” kata si Harimau. Dilanjutkan dengan kata siap dari Beruang Madu dan Koala. Namun, Kelinci yang dari tadi masih bingung akhirnya bertanya kepada ketiga sahabatnya. “Sebenarnya kita mau kemana sih?”, namun sebelum Kelinci memprotes mereka bertiga, si Harimau langsung menggigit leher si Kelinci dan menaikkannya ke punggungnya. Beruang pun melakukan hal yang sama terhadap si Koala. Bedanya, Koala tertawa, sedangkan si Kelinci masih terlihat bingung.
Akhirnya mereka pun berangkat. Harimau dan Kelinci sebagai penunjuk jalan, dan Beruang Madu dan Koala mengekor di belakang. Jalanan yang tadinya datar kemudia semakin meninggi udara pun semakin dingin… bagi ketiga sahabatnya hal itu bukanlah merupakan masalah, namun bagi Kelinci yang bertubuh mungil dan tidak memiliki bulu setebal Harimau, Beruang Madu, dan Koala, hal itu bisa menjadi masalah. Beruang Madu yang melihat si Kelinci kedinginan, kemudian mendekatinya dan menutupnya dengan selembar selimut manusia, Kelinci kaget dan bertanya kepada Beruang Madu, dari mana dia mendapatkan selimut manusia itu.
“Tadi, saat kami pergi sebentar meninggalkan kalian di rumah si Harimau, yah lumayan kan… aku dan Harimau bisa mencurinya, hohoho” tawa si Beruang Madu.
Kelinci tersenyum dan berkata. “makasih ya”.
Akhirnya sampai lah mereka di sebuah puncak bukit yang bernama Cartil. dibawah kaki mereka terhampar lampu-lampu kota yang menyala dengan indah, (karena sudah malam). Saat itulah Kelinci teringat janji dari para sahabatnya itu, sebelumnya Kelinci hanya mendengarkan kisahnya dari Koala dan Harimau, kemudian saat dia menceritakannya keinginannya untuk pergi ke tempat tersebut, Beruang Madu pun berjanji untuk mengajaknya pergi kesana.
“Ternyata disini ya tempatnya?” woa… keren banget ya?” teriak Kelinci saking gembiranya. Sahabatnya hanya tertawa bahagia melihat kelinci tertawa-tawa dan meloncat-loncat dengan riangnya.
***TAMAT***
Part I :Penculikan Kelinci
Hari itu adalah hari Minggu, hari ini ia memiliki janji dengan sahabatnya sang koala untuk pergi ke pasar bersama. Kelinci teringat, minggu lalu ia sempat kemping bersama sahabatnya yang lain yaitu Harimau dan Beruang Madu, namun minggu ini nampaknya hanya ia dan Koala saja yang bisa bersama-sama. Saat ia sedang berjalan-jalan bersama Koala, tiba-tiba dia mendapat kabar dari merpati pos kalau teman-temannya yang lain (Harimau dan Beruang Madu) sedang berada di pegunungan menemani Bu Guru. Harimau bertanya kepada kelinci, “lagi ada dimana?”. “Dipasar bersama dengan Koala, kenapa?” sahut Kelinci. “Kami sedang ada di gunung nih, menemani bu guru, semalam dia ajak kita kemping jadi jalan deh, tapi kami jadi ingat kalian!” katanya.
Sementara itu, disampingku Koala hanya tersenyum-senyum saja, dan tiba-tiba bertanya pada sang kelinci. “Harimau, sms kamu ya?”. Kelinci hanya mengngguk, kemudian balik bertanya, “dia juga sms kamu?”. Koala mengangguk sambil senyam-senyum sendiri. “dia Tanya apa kita mau dijemput pulang dari pasar?”. Kelinci menengok ke kiri dan kanannya kemudian berkata, “tapi kita kan sedang bersama temanmu, masa kita meninggalkan dia, tapi kalau kamu lelah berjalan, kamu pulang aja sama temanmu dijemput oleh si Harimau dan Beruang madu.
Koala menggeleng, “ga enak ah, kita kan jalan awal bertiga, masa salah satu mau ditinggalkan. Akhirnya si Kelinci pun memberikan pesan pada Merpati Pos untuk mengatakan pada sang Harimau dan Beruang madu, agar tidak usah menjemput mereka. Sepulangnya dari pasar, Kelinci main sebentar ke rumah Koala, dan kemudian pulang ke rumahnya.
Menjelang siang hari, Kelinci mulai merasa bosan, namun untuk menghalau kebosanannya tersebut, Kelinci pun mencoba untuk sedikit merapikan kamarnya, mengerjakan tugas-tugas yang belum sempat ia kerjakan. Sedang asik-asiknya mengerjakan tugas, tiba-tiba jendela kamarnya ada yang mengetuk, Kelinci kaget kemudian, dengan perlahan ia membuka kaca jendelanya, dan ternyata ada seekor Merpati pos dengan surat di paruhnya. “Hei Kelinci, kau mendapatkan surat lagi nih, dari sang Harimau”. Kelinci pun cepat-cepat mengambil surat dari paruh si Merpati Pos. “Kami mau ke kosan mu ya! kau ada kan?” tulis surat tersebut. Kelnci cepat-cepat membalas surat tersebut dan memberikannya kepada Merpati Pos kembali.
Selang beberapa menit, muncullah surat kedua dari Harimau, “ok satu jam lagi kami akan datang”. Selama menunggu selama satu jam tersebut, kelinci selalu bertanya-tanya ada apa dengan harimau dan Beruang Madu? apa nanti Koala juga akan ikut? tumben mereka mau main ke kosan tanpa dia minta, biasanya mereka hanya datang kalau Kelinci atau Koala sedang membutuhkan bantuan saja, atau ketika barang mereka masih ada di salah satu rumah Kelinci atau Koala.
Saat sedang asyik kembali membaca tiba-tiba terdengarlah teriakan dari luar.
Beruang Madu “heiii… Kelinci… kamu ada di dalam?”
Kelinci cepat-cepat keluar dari peraduannya, ketika sampai di luar, yang dilihatnya hanyalah si Beruang Madu saja, sedangkan si Harimau sama sekali tidak ada. maka bertanyalah ia pada si Beruang Madu. “Harimau mana?”
Beruang Madu, “nanti dia nyusul! boleh masuk ga? dingin disini…” katanya sambil mulai menggosokkan cakarnya yang besar. Kelinci pun mempersilahkan si Beruang Madu untuk masuk ke peraduannya yang SYUKURLAH cukup besar untuk ukuran si kelinci, dan sedang untuk ukuran si Beruang Madu.
Ketika Kelinci menyuguhkan madu dari sarang lebah yang dekat dengan rumahnya, Beruang langsug meminumnya dengan nikmatnya. Selesai menonton si Beruang madu meminum madunya sang Kelinci langsung bertanya kepada si Beruang madu:
Kelinci: “Jadi? tumben sekali kamu sendirian yang datang ke rumah aku? ga sama Harima u?”
Beruang Madu: “nanti juga dia menyusul!” (sambil masih asik menjilati bibirnya yang masih ada madunya).
Tidak beberapa lama setelah itu, jendela si Kelinci berbunyi kembali, “Tok, Tok!”. “Nah itu pasti si Harimau” Kata si Beruang Madu. Namun Kelinci Nampak heran, masa Harimau yang begitu besar, mengetuk jendela, bukannya pintu sekalian, seperti sang Beruang Madu?. Ketika Kelinci membuka jendelanya, benar saja dugaannya! ternyata yang ada di luar bukanlah sang Harimau, tetapi Merpati pos dengan sebuah surat mengapit di paruhnya.
“Sorry… sepertinya aku akan telat ketempatmu, Kelinci, malam ini, biar si Beruang Madu aja ya yang menemani kamu? gak papa kan? soalnya aku cape banget nih, kalau harus kesana lagi…” bunyi surat yang ternyata ditulis oleh sang Harimau. Kelinci pun segera menyampaikan isi surat itu kepada sang Beruang madu. Si Beruang tampak heran… kemudian tiba-tiba saja dia menarik tangan si Kelinci dan berkata “Kita susul saja dia!” sahutnya. Dengan tubuh yang mungil, Si kelinci hanya bisaa berteriak sebentar mengatakan “Tolong!!!! Aku Diculik!!!!” Sayangnya malam itu sangat gelap, hgingga satwa lain tidak ada yang bisa mendengarnya.
Part II: Lapangan Tempat Si Harimau
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Beruang madu dan Kelinci sampai juga di sebuah tempat, mirip seperti lapangan yang sangat luas, masih dengan Kelinci menggelantung di badannya, si Beruang madu berjalan secara perlahan ke sebuah pohon. Samar-samar si Kelinci melihat sebuah tubuh sedang tidur. “Mirip sama Si Harimau… apa itu dia ya?” Tanya Si Kelinci dalam hati.
Akhirnya si Kelinci dan Beruang Madu sampai pula di pohon tersebut, dengan perlahan si Beruang madu pun menurunkan Kelinci dari pundaknya. Lalu berjalan ke sebelah makhluk yang sedang tertidur.
“Heh, Harimau… aku bawa kelinci nih… tinggal koala yang belum aku bawa… kita jadi berangkat ga hari ini?” Tanya si Beruang Madu.
Sang Harimau, menggeliat sebentar, kemudian bangun dan kaget karena ternyata si kelinci sudah ada di antara Beruang Madu dan Harimau. “Wah dah sejak kapan kamu ada disini kelinci?” Tanya Harimau.
Karena lelah Kelinci hanya menjawabnya dengan pelan, “Tadi aku diculik sama Beruang Madu, dia pikir kamu kenapa-kenapa gitu makanya ga jadi ke rumah aku” Kata kelinci polos.
Harimau dan Beruang Madu langsung tertawa dengan riang, kemudian Beruang Madu bertanya kepada sang Harimau, “jadi… siapa nih yang mau jemput si Koala?”. Sambil menguap Sang Harimau pun mulai berdiri dan mulai berjalan perlahan, “ya sudahlah biar aku saja, kau kan sudah jemput Kelinci, pasti kamu cape kan?” kata si Harimau.
Namun belum sampai beberapa meter menjauhi pohon kediaman Harimau, dengan tubuhnya yang besar, Beruang Madu dengan cepat menyusul si Harimau. “Jangan… Aku aja deh yang jemput Koala, soalnya sepertinya kamu cape banget …kan perjalanan tadi lumayan juga… kamu temenenin si Kelinci aja ya” lantas dia pun segera berlari dengan keempat kakinya yang besar menuju kegelapan malam meninggalkan Kelinci dan Harimau.
Part III: Menunggu bersama si Harimau
Selepas ditinggalkan oleh sang Beruang Madu, dengan penasaran dia langsung mendekati sang Harimau dan duduk disebelahnya. “Kemana si Beruang Madu?”
“Jemput Koala…” jawab si Harimau dengan santai.
“Emang kita mau kemana?” Tanya si kelinci lagi.
“Mau ke tempat yang indah… kamu liat aj nanti… tenang ga akan lama ko sampai kesana, pemandangannya bener-bener indah deh…” sahut si Harimau lagi.
Kelinci hanya mengerutkan keningnya dan menatap si Harimau dengan curiga… lantas bertanya kembali, “kalian ga akan makan aku kan? jangan lupa manusia sangat suka pada dagingku loh!”
Sang Harimau hanya tertawa… “Tenang aku masih lebih suka daging rusa daripada dagingmu, soalnya lebih besar ukurannya… hahahahaha”
Kelinci pun ikut tertawa…”Apa menurutmu Koala akan marah karena aku tiba-tiba pergi ke tempatmu tanpa memberitahukan nya?”
“Kenapa dia harus marah? dia kenal aku kan sudah lama, jadi dia pasti tau aku tidak akan macam-macam padamu” Tanya Harimau heran.
Kelinci hanya mengangguk, namun tetap hatinya tidak akan tenang sebelum Koala dan Beruang Madu datang. Tidak beberapa lama, seekor burung merpati pos melemparkan sebuah surat kepada sang Kelinci. “Siapa?” Tanya Harimau. Kelinci pun segera membuka surat tersebut…
“Bagaimana keadaanmu disana? baik-baik aja kan? si Harimau menerkam kamu ta? aku harap tidak… aku lagi di rumah si Koala neh… dia sedang bersiap-siap… sepertinya dia lebih tau kami akan kemana dibandingkan kamu tadi… hhaha… ok deh… mungkin 15 menit kami akan sampai disana…hati-hati ya… PS: Beruang Madu”. Usai membaca si Kelinci hanya tersenyum, dan segera menyampaikannya kepada sang Harimau.
Tak beberapa lama, datanglah sang Beruang madu dengan Koala di pundaknya, kemudia Si Harimau yang tadinya hanya tidur-tiduran saja, kemudia berdiri dan menghampiri si Beruang Madu, kemudian mereka mengobrol dan berbisik-bisik, harimau berbalik dan berkata kepada Kelinci dan Koala. “Kalian tunggu disini ya, kami tidak akan lama” setelah itu Kelinci dan Koala ditinggalkan oleh si Harimau dan Beruang Madu.
Tak beberapa lama kemudian, Harimau dan Beruang Madu pun kembali dengan membawa banyak sekali perlengkapan, yang ternyata adalah makanan. “OK.. Pa semuanya sudah siap untuk berangkat? Aku siap” kata si Harimau. Dilanjutkan dengan kata siap dari Beruang Madu dan Koala. Namun, Kelinci yang dari tadi masih bingung akhirnya bertanya kepada ketiga sahabatnya. “Sebenarnya kita mau kemana sih?”, namun sebelum Kelinci memprotes mereka bertiga, si Harimau langsung menggigit leher si Kelinci dan menaikkannya ke punggungnya. Beruang pun melakukan hal yang sama terhadap si Koala. Bedanya, Koala tertawa, sedangkan si Kelinci masih terlihat bingung.
Akhirnya mereka pun berangkat. Harimau dan Kelinci sebagai penunjuk jalan, dan Beruang Madu dan Koala mengekor di belakang. Jalanan yang tadinya datar kemudia semakin meninggi udara pun semakin dingin… bagi ketiga sahabatnya hal itu bukanlah merupakan masalah, namun bagi Kelinci yang bertubuh mungil dan tidak memiliki bulu setebal Harimau, Beruang Madu, dan Koala, hal itu bisa menjadi masalah. Beruang Madu yang melihat si Kelinci kedinginan, kemudian mendekatinya dan menutupnya dengan selembar selimut manusia, Kelinci kaget dan bertanya kepada Beruang Madu, dari mana dia mendapatkan selimut manusia itu.
“Tadi, saat kami pergi sebentar meninggalkan kalian di rumah si Harimau, yah lumayan kan… aku dan Harimau bisa mencurinya, hohoho” tawa si Beruang Madu.
Kelinci tersenyum dan berkata. “makasih ya”.
Akhirnya sampai lah mereka di sebuah puncak bukit yang bernama Cartil. dibawah kaki mereka terhampar lampu-lampu kota yang menyala dengan indah, (karena sudah malam). Saat itulah Kelinci teringat janji dari para sahabatnya itu, sebelumnya Kelinci hanya mendengarkan kisahnya dari Koala dan Harimau, kemudian saat dia menceritakannya keinginannya untuk pergi ke tempat tersebut, Beruang Madu pun berjanji untuk mengajaknya pergi kesana.
“Ternyata disini ya tempatnya?” woa… keren banget ya?” teriak Kelinci saking gembiranya. Sahabatnya hanya tertawa bahagia melihat kelinci tertawa-tawa dan meloncat-loncat dengan riangnya.
***TAMAT***
My dream Around The World
Horeeee akhirnya aku berhasil membuat blog yang baru... awalnya sempet lupa bagaimana caranya tapi baguslah akhirnya aku bisa juga. Alasan aku membuat blog yang terbaru ini adalah supaya tulisanku terlihat setidaknya lebih rapih lah sedikit... hohohoho... dan blog yang pertama memang aku rasa aga berantakan.
Blog ini aku ciptakan memang untuk menuliskan semua kegiatan perjalanan ku... cukup banyak perjalanan yang telah aku lalui namun hanya kadang saja aku ceritakan di blog tersebut, hal ini memang karena sometimes aku dah malas nulis aja, tapi jujur, menulis memang salah satu hobiku... selain memotret tentunya... hahaha...
Mungkin tidak hanya tulisan saja yang akan aku tuliskan di blog ini namun salah satunya ada kisah perjalanan ku yang berupa cerpen fabel. Hal ini dibuat agar nantinya para pembaca blog aku tidak bosan (well aku harap kalian tidak bosan!)
Mimpiku adalah jalan-jalan keliling dunia, berkenalan dengan banyak orang, berbuat sebaik mungkin kepada sesama makhluk hidup, dan berbuat damai dengan berbagai pihak... well... andai semua orang itu baik, pasti kita tidak akan mengenal apa yang dinamakan peperangan bukan?
Aku sangat suka hewan, apapun itu, bahkan makhluk melata pun bisa dikatakan sangat lucu kita tidak menganggunya, namun apabila kita menggangunya jelas makhluk tersebut tidak akan terasa lucu, hahahaha...
well... rasanya aku makin garing, dan cuacanya pun semakin mendung... )bukan mendung lagi bahkan sekarang saja sudah mulai hujan... sebenarnya saat ini aku sedang dalam taraf menuliskan skripsiku dan mencoba untuk mengarang sebuah kisah lanjutan tentang dunia fabel kepompong (nama Grup para sahabatku)
Di luar hujan turun dengan lebatnya,,, aku jadi malas pulang (keluar jalur tulisan...oh well) namun akhir-akhir ini aku jadi agak malas menuliskannya.
ok Deh sekian dulu perkenalan mengenai blog ku yang baru ini, aku harap kalian akan rajin membacanya... terimakasih...
Blog ini aku ciptakan memang untuk menuliskan semua kegiatan perjalanan ku... cukup banyak perjalanan yang telah aku lalui namun hanya kadang saja aku ceritakan di blog tersebut, hal ini memang karena sometimes aku dah malas nulis aja, tapi jujur, menulis memang salah satu hobiku... selain memotret tentunya... hahaha...
Mungkin tidak hanya tulisan saja yang akan aku tuliskan di blog ini namun salah satunya ada kisah perjalanan ku yang berupa cerpen fabel. Hal ini dibuat agar nantinya para pembaca blog aku tidak bosan (well aku harap kalian tidak bosan!)
Mimpiku adalah jalan-jalan keliling dunia, berkenalan dengan banyak orang, berbuat sebaik mungkin kepada sesama makhluk hidup, dan berbuat damai dengan berbagai pihak... well... andai semua orang itu baik, pasti kita tidak akan mengenal apa yang dinamakan peperangan bukan?
Aku sangat suka hewan, apapun itu, bahkan makhluk melata pun bisa dikatakan sangat lucu kita tidak menganggunya, namun apabila kita menggangunya jelas makhluk tersebut tidak akan terasa lucu, hahahaha...
well... rasanya aku makin garing, dan cuacanya pun semakin mendung... )bukan mendung lagi bahkan sekarang saja sudah mulai hujan... sebenarnya saat ini aku sedang dalam taraf menuliskan skripsiku dan mencoba untuk mengarang sebuah kisah lanjutan tentang dunia fabel kepompong (nama Grup para sahabatku)
Di luar hujan turun dengan lebatnya,,, aku jadi malas pulang (keluar jalur tulisan...oh well) namun akhir-akhir ini aku jadi agak malas menuliskannya.
ok Deh sekian dulu perkenalan mengenai blog ku yang baru ini, aku harap kalian akan rajin membacanya... terimakasih...
Senangnya jalan-jalan ke taman safari... xoxoxo
Hari itu adalah hari sabtu tanggal 8 mei 2010. hari yang sangat cerah dan sangat menggembirakan buat aku karena di tengah-tengah sumpeknya saya mengerjakan skripsi akhirnya keluarga ku mengajak untuk bermain ke taman safari (sudah lama aku kepengenn kesana). Ternyata Taman Safari sekarang sudah sangat bersih dan bagus ya! ketika masuk adikku (angky) langsung deg-degan dan meminta semua pintu dan kaca di tutup! (padahal kami baru saja masuk).
Ketika kami masuk kami langsung disambut dengan beberapa hewan herbivora (hewan pemakan rumput) mereka sangat ramah, saking ramahnya tidak jarang merka menempelkan hidung dan mulutnya ke kaca jendela kami, dan itu terkadang membuat ayahku jadi bawel...(yakut kacanya kotor, hahaha...) kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke ruangan macan dan hewan pemakan daging lainnya, lumayan mengerikan dan deg-degan tapi menyenangkan!
Yang paling seru adalah ketika sang Harimau, malah berjalan melintas jalan dengan santainya... padahal kami didalam lumayan deg-degan juga (bagaimana kalau sampai si harimau sampai minta salaman juga? kan bisa gawat) hohohoho... kemudian di tengah perjalanan juga, kami banyak melintasi jalan yang ad airnya.. awalnya aku pikir Taman Safari kebanjiran, ternyata memang sudah dibuat demikian, mungkin supaya terlihat lebih natural!.
Setelah puas melihat-lihat hewan-hewan yang berkeliaran disana, aku pun melanjutkan perjalanan dimana akhirnya kami bisa merenggangkan kaki kami sebentar. DI Taman Safari juga ternyata ada wisata airnya loh, sayangnya kami tidak membawa pakaian renang, jadi ga bisa masuk deh, namun tidak hanya di di wahana itu saja kami bisa bermain, ada berbagai macam pertunjukan, sayangnya karena kami asik bermain dengan wahana permainan yang ada disana (bom-bom kar, ontang-anting mini, dll), kami jadi tidak melihat pertunjukan tersebut.
Hal yang tidak mengenakan selama disana adalah, ada hujan... ga enak deh... permainan jadi agak terhambat, namun ada hal yang kocak disana, saat kami mau bermain mobil-mobilan yang ada di kolam air, karena hujan, adiku angki dan akim, Ka Puguh dan Istrinya akhirnya bermain dengan menggunakan payung, sedangkan aku menggunakan topi dan jaket, jadi ga kehujanan. Di fotonya jadi terlihat unik kan? hohoho...
Kami juga sempat mengunjungi curug Jaksa. Alkisah, di curug ini dulu sering sekali jaksa yang mandi disana, makanya kalau ada orang yang mandi, dan minum air disana, katanya si, bisa membuat jadi awet muda. hihihi... kalau pasangan yang datang, katanya bisa akur terus... hope pacar saya mau diajak kesini! hehehehe...
begitulah sekelumit cerita perjalanan ku ke Taman Safari, sangat menyenangkan, aku dapat oleh-oleh bonek pemakan bangkai, dan kaos lucu. Kami juga sempat berfoto dengan macan...(sebetulnya si anak macan!) hahaha... see u in my story next....
Ketika kami masuk kami langsung disambut dengan beberapa hewan herbivora (hewan pemakan rumput) mereka sangat ramah, saking ramahnya tidak jarang merka menempelkan hidung dan mulutnya ke kaca jendela kami, dan itu terkadang membuat ayahku jadi bawel...(yakut kacanya kotor, hahaha...) kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali ke ruangan macan dan hewan pemakan daging lainnya, lumayan mengerikan dan deg-degan tapi menyenangkan!
Yang paling seru adalah ketika sang Harimau, malah berjalan melintas jalan dengan santainya... padahal kami didalam lumayan deg-degan juga (bagaimana kalau sampai si harimau sampai minta salaman juga? kan bisa gawat) hohohoho... kemudian di tengah perjalanan juga, kami banyak melintasi jalan yang ad airnya.. awalnya aku pikir Taman Safari kebanjiran, ternyata memang sudah dibuat demikian, mungkin supaya terlihat lebih natural!.
Setelah puas melihat-lihat hewan-hewan yang berkeliaran disana, aku pun melanjutkan perjalanan dimana akhirnya kami bisa merenggangkan kaki kami sebentar. DI Taman Safari juga ternyata ada wisata airnya loh, sayangnya kami tidak membawa pakaian renang, jadi ga bisa masuk deh, namun tidak hanya di di wahana itu saja kami bisa bermain, ada berbagai macam pertunjukan, sayangnya karena kami asik bermain dengan wahana permainan yang ada disana (bom-bom kar, ontang-anting mini, dll), kami jadi tidak melihat pertunjukan tersebut.
Hal yang tidak mengenakan selama disana adalah, ada hujan... ga enak deh... permainan jadi agak terhambat, namun ada hal yang kocak disana, saat kami mau bermain mobil-mobilan yang ada di kolam air, karena hujan, adiku angki dan akim, Ka Puguh dan Istrinya akhirnya bermain dengan menggunakan payung, sedangkan aku menggunakan topi dan jaket, jadi ga kehujanan. Di fotonya jadi terlihat unik kan? hohoho...
Kami juga sempat mengunjungi curug Jaksa. Alkisah, di curug ini dulu sering sekali jaksa yang mandi disana, makanya kalau ada orang yang mandi, dan minum air disana, katanya si, bisa membuat jadi awet muda. hihihi... kalau pasangan yang datang, katanya bisa akur terus... hope pacar saya mau diajak kesini! hehehehe...
begitulah sekelumit cerita perjalanan ku ke Taman Safari, sangat menyenangkan, aku dapat oleh-oleh bonek pemakan bangkai, dan kaos lucu. Kami juga sempat berfoto dengan macan...(sebetulnya si anak macan!) hahaha... see u in my story next....
KIsah Perjalanan Ke Puncak Prisma (kisah Kelinci, Koala, Harimau, dan Beruang Madu
Dear alu…
hmm… sebetulnya mila bingung gimana menceritakan awalnya… tapi perjalanan kesana sungguh menyenangkan… dan pasti akan kuingat selalu… ini perjalanan kemping pertama kalinya bersama teman-teman, apalagi kami baru saja bertemu hari itu (kecuali dengan Friska tentunya…). Teman-teman baruku itu bernama Mehfta dan Ilham, dan yang seterusnya akan aku panggil dengan sebutan Mehfta = Harimau, dan Ilham = Beruang Madu, Friska = Koala, Aku = Kelinci.
Alu pasti bingung kan kenapa pada akhirnya kami punya nama julukan sendiri-sendiri? hehe… kejadian sangat lucu dan unik…
Mehfta disebut sebagai harimau karena dia paling suka menggeram dan menerkam… terutama dia gemas sekali kalau melihatku… padahal rasanya si aku biasa-biasa saja…. hahahaha….(jangan cemburu ya sayang…) Cuma main-main saja kok…
Ilham disebut sebagai beruang madu, karena kerjaannya kalau ga ada kerjaan hanya tidur terus dan akan bangun jika dia mencium bau makanan, hehehehe… tapi dia baik sekali alu… waktu lensa kontak ku hilang, dialah yang membantuku untuk naik ke atas puncak, aku sangat berterimakasih padanya… hihihihi (pasti dia GR deh)
Friska disebut sebagai koala. sebenarnya aku ga tau nih… sebutannya dikasih sama mehfta.. hahaha… (romantic ya???) hiihihihihi…
Aku disebut sebagai kelinci karena aku ga bisa diam dan kata mereka si aku paling ceria. bayangkan saja alu… lensa kontak hilang yang berarti aku sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas, namun masih bisa tertawa dan berlari serta bernyanyi…(kau tidak pernah mendengar aku menyanyi ya? lain kali ya! heehehe).
Cukup sekian ya perkenalan tentang tokoh-tokohnya.. kali ini aku akan mulai bercerita…
JUMAT
Jujur saja acara ini berlangsung dengan sangat mendadak. Aku hanya diberi kabar oleh Friska kalau dia mengajaku untuk kemping di Gunung Manglayang, tepatnya di daerah yang bernama Batu Kuda. Aku sama sekali tidak tau kalau ternyata kami malah bisa mencapai puncak Prisma Gunung Manglayang. hahahaha…. (garing ya?). Awalnya aku sama sekali tidak bersemangat untuk mengikuti acara kemping ini, karena aku belum mengenal teman-teman Friska, dan Mehfta yang hanya aku kenal lewat Facebook, selalu saja memberikan komentar yang iseng baik di fb aku maupun di Fbnya dia… itu lah yang agak membuat aku malas…
Berbeda halnya dengan Friska, dia sangat bersemangat, bahkan dia sudah meminjam tas ransel milik temannya jauh-jauh hari… dia sudah mencatat keperluannya jauh-jauh hari pula, sedangkan aku, baru satu hari sebelum keberangkatan, itu juga aku hanya memakai tas biasa, bukan tas untuk kemping. hehehe…(mungkin karena ga terlalu niat di awalnya). Hari itu adalah hari Jumat, sebelum berangkat ke kemping aku menyempatkan diri untuk mengunjungi kampus ku untuk bertemu dengan dosen, setelah urusanku dengan dosen beres, barulah aku datang ke kosannya Friska.
Ketika aku sampai di kosannya dengan bersemangat dia bertanya padaku, barang apa saja yang sudah aku bawa, dan dengan tertawa aku hanya menjawab “belum ada…” akhirnya dia menarik tanganku dan mengajak ku untuk berbelanja, baik untuk keperluanku sendiri dan untuk keperluan kelompok. Sekitar jam 1 siang barulah Mehfta datang, dia membawa tas ransel yang luar biasa besarnya, agak sedikit minder si, soalnya diantara mereka tas aku yang paling kecil, hehehe….
Beberapa jam kemudian barulah datang Ilham, tidak kalah besarnya dengan Mehfta, dia pun membawa tas yang besar… hehehe… kesulitan yang ada padaku adalah aku tidak tau bagaimana menyimpan sleeping bag aku, hingga akhirnya sleeping bag aku dibawa oleh kedua anak cowok itu (tidak tau yang mana, tapi salah satunya membawa sleeping bag kesayanganku…). Uniknya lagi , setelah aku memberikan sleeping bag aku yang besar, kedua co tadi langsung menyuruhku untuk menunggu di kamar Friska (mereka beres-beres di ruang tamu kosan Friska), selesai kemping barulah aku tau kalau ternyata mereka sekalian foto-foto dulu…hahahaha…
Selesai mengepak semuanya barulah kami mulai berangkat ke gunung dengan mengendarai motor si harimau dan beruang madu. awalnya aku pikir aku akan naik motor beruang madu, karena si koala dengan harimau sudah berteman sangat lama, ternyata salah… akhirnya aku naik motor bersama si harimau dan beruang madu dengan koala. Di tengah perjalanan kami masih sempet untuk berfoto-foto di motor… pokoknya mengasikkan. Sepanjang jalan yang kami lalui sangat indah dan udaranya juga masih sangat bersih… rencananya ketika sampai diatas, kami akan mampir dulu di rumah ku (rumah desa milik bapakku, yang memang dekat dengan Batu Kuda).
Akhirnya kami sampai dan waktu sudah menunjukkan untuk sholat Magrib, setelah sholat magrib, kami pun mulai melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. (Motor dititipkan di rumah aku). Ragu kembali menyelimuti diriku ketika sang Harimau mengatakan bahwa kita akan mendaki sampai puncak prisma. Apa aku bisa??? ini adalah pertama kalinya aku mendaki gunung dan malam-malam pula, senter yang ada hanya dua, senter utama lumayan bisa menerangi jalan sedangkan senter yang satu lagi sangat kecil, sehingga cahayanya hanya mampu menyinari satu orang saja, alhasil selama mendaki aku benar-benar mengantungkan diriku pada sang beruang madu. (GR Lagi deh dia ntar…><)
Setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya kami tiba di pos utama (tapi bukan puncak utama) sekitar pukul 11 malam. Disanalah aku menyadari kalau ternyata lensa kontak aku yang berwarna abu-abu hilang… dan aku benar-benar kebingungan karena tidak bisa melihat dengan jelas. Cukup lama kami beristirahat disana. Beruang Madu pun sempat menyuruhku untuk masuk ke sleeping bagku yang nyaman, karena cuaca sangat dingin. Namun niat untuk tidur terganggu karena adanya niat dari sang harimau dan beruang madu untuk melanjutkan perjalanan ke puncak prisma. menurut mereka pemadangan disana jauh lebih bagus bila dibandingkan pos 1 yang hanya terdapat pohon-pohon saja. sejujurnya aku dan koala sudah sangat lelah… tapi karena niat mereka kami malah jadi tidak bisa tidur…
Malam semakin larut, dan ketika nyala api yang kami nyalakan semakin padam… Harimau dan beruang
madu pun mulai bersiap-siap kembali untuk melanjutkan perjalanan ke puncak prisma. Saat itu perasaanku sudah sangat kacau, antara berani dan tidak… namun untungnya sang beruang madu sangat baik dia benar-benar menjadi pemandu ku untuk menuju ke puncak prisma…
Sekitar jam 3 pagi barulah kami sampai di puncak Prisma, sayangnya karena mataku rabun… aku hanya melihat titik-titik cahaya yang sangat banyak terhampar di bawah kakiku… sungguh cantik, seperti melihat bintang-bintang berada di bawah kakiku… andai kau bisa melihatnya alu ku sayang… tempat itu sungguh luar biasa… setelah beruang madu dan harimau mendirikan tenda aku dengan koala langsung tertidur dengan nyenyaknya, sedangkan harimau dan beruang madu tertidur di luar tenda kami…
Sabtu/keesokan harinya…
Aku bangun dengan pegal-pegal di setiap sendi tubuhku, linu rasanya… ketika aku memikirkan bagaimana aku bisa diatas… rasanya masih tidak percaya… setelah siap untuk keluar tenda, ternyata Harimau sudah bangun duluan, baru membuka resliting tenda dia langsung menyergapku dengan kameranya… aku sudah tidak tau lagi bagaimana tampangku saat itu alu… pasti kacau… hahahaha… aku pun keluar dari tenda dan melihat berkeliling… udaranya sangat bersih… masih terdengar suara kicauan burung… jurang ada di kiri dan kanan tenda kami… masih nampak embun yang turun dari atas puncak gunung menuju tenda kami… udaranya sangat dingin…
Setelah beberapa saat menikmati pemandangan dengan harimau yang tidak berhenti mengambil foto aku dan koala… kami baru menyadari kalau sang beruang madu masih belum bangun, dia tidur meringkuk dengan sleeping bag menyelimuti tubuhnya… seperti bayi yang lagi tidur… lucu…hahaha…harimau pun mengambil fotonya kembali…
Setelah itu harimau mencoba untuk membuat sarapan, (Sarapan jadi barulah sang beruang madu bangun) sayangnya persedian air semakin menipis, hal ini sempat membuat aku dan koala agak panik, karena sumber air berada jauh dibawah… aku tidak akan sanggup kalau harus bolak-balik untuk mengambil air, untungnya ada si harimau yang sangat bersemangat untuk menambah persediaan air kami hahaha…..
Untuk mengisi kekosongan yang ada, kami bermain kartu, yang lucunya adalah, permainan dimulai oleh sang koala, hukuman bagi yang kalah adalah mengatakan kebenaran. Sayangnya disini dalam permainan tersebut sang koala selalu saja kalah, sehingga pada akhirnya ia selalu diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh Harimau, beruang madu dan aku sendiri hehehe…
Menjelang siang cuaca semakin panas… aku dan koala mulai memisahkan diri dan masuk ke tenda kami, rencana kami ingin kembali melanjutkan tidur yang tertunda kemarin, namun karena cuaca sangat panas di puncak, kami pun mulai mencari tempat yang lebih teduh… saat kami sedang mencari tempat yang lebih teduh dan befikir untuk kembali tidur di tenda saja, ternyata sang beruang madu sudah kembali tertidur di tenda dengan nyenyaknya…(memang tukang tidur…hehehe). Akhirnya kamu menemukan tempat yang lebih teduh dekat dengan sang harimau yang sedang bobo siang juga… saking bingungnya mau ngapain di siang itu, akhirnya kami bertiga mulai bernyanyi-nyanyi dengan tidak jelas… hahaha…
Banyak sekali lagu yang kami nyanyikan saat itu, dari mulai lagu anak-anak, lagu Barat, juga lagu Korea. hahaha…. namun ditengah lagu, harimau mengundurkan diri untuk mencari air dan meninggalkan kami yang sedang asyik bernyanyi… bosan ditempat yang sama kami kembali ke dekat tenda untuk menikmati pemandangan kota bandung di siang hari… kemudian kembali bernyanyi hehehe… pokoknya hari itu penuh dengan nyanyian…(kasian sama burung-burung… bisa kalah mereka dengan aku dan koala… hahaha…)
Magrib… harimau dan beruang madu mulai mendirikan tenda untuk mereka, hal ini disebabkan cuaca yang mulai memburuk dan embun yang mulai turun seperti mau hujan. Karena cuaca semakin gelap, aku sudah tidak berani untuk keluar tenda, karena sudah mulai tidak terlihat apa-apa. Akhirnya koala dan harimau meninggalkan aku untuk mencari kayu bakar. Beruang madu yang baru bangun pun kemudian ikut mencari kayu bakar yang letaknya berdekatan dengan tenda kami.
Malamnya… harimau mulai meminta kami untuk mendongengkan banyak cerita… namun yang paling menyebalkan adalah, si beruang madu malah bertanya kalau-kalau kami bertemu dengan sesuatu yang berbau mistik…(jin kasarnya…) itu menyebalkan karena aku jadi ketakutan… (kalau aku kelinci asli, aku pasti akan langsung masuk ke dalam lubang di tanah dan berusaha untuk tidak mendengarkan apa-apa). Yang paling parah adalah si koala malah menceritakan mengenai kisah-kisah pembunuhan yang membuat ku semakin parno pada gelapnya malam… seballll…
Semakin malam, semakin seru cerita yang ada… aku mendongengkan mereka kisah-kisah yang aku baca sebelumnya untuk adikku Angky, mereka senang. Kemudian Koala menceritakan kisah-kisah seorang anak yang berbakti pada orang tua, namun bagiku menyeramkan dan agak sadis. (lain kali akan aku ceritakan) ternyata yang tidur duluan adalah si Harimau…kemudian… aku dan aku tidak tau lagi siapa….hahaha
Minggu
Pagi harinya, aku terbangun karena pancaran cahaya senter dan suara koala yang bertanya kepada beruang madu.
Koala: “kamu semalam tidur di tenda co beruang madu?”
beruang madu menjawab :“ga tuh, aku tidur bareng kelinci dan harimau”
Koala: “lah terus… yang semalam tidur disamping aku siapa??????”
Kami semua bingung saat itu, lalu Koala pun bercerita kalau semalam ia seperti melihat beruang madu tidur dan bergerak layaknya manusia yang sedang tidur dengan nyenyaknya, padahal saat itu beruang madu sedang tidur di tempat yang berbeda…
Setelah bercerita hal tersebut, harimau dan beruang madu pergi untuk memotret di bagian bawah puncak, dan meninggalkan aku dan koala. karena ditinggal kami pun mulai sedikit beres-beres karena hari ini kami berencana untuk pulang!!! horeeeeee…. kisah itu akhirnya aku coba lupakan…
Setelah beberes selesai kami pun, segera turun dari puncak Prisma tersebut. Menurutku, lebih enak turun bila dibandingkan dengan naik, dan entah mengapa, aku lebih bersemangat karena mungkin memikirkan betapa nyamannya nanti setelah sampai di kosan sendiri hehehe… karena semalam embun turun dan tanda-tanda mau hujan (walaupun ternyata ga hujan juga)… tanahnya lumayan licin alu…
Karena tidak mau merepotkan sang beruang madu, aku pun berusaha untuk bisa berjalan tanpa dibantu olehnya. Alu tau? akhirnya sepanjang jalan menurut tersebut, bermain perosotan hahaha… alhasil celana dan bajuku penuh dengan tanah. Berbeda dengan waktu naik kemarin, pada saat turun, aku merasa lebih cepat, kemarin kami bisa menghabiskan waktu kurang lebih lima jam untuk naik ke puncak prisma, tapi ketika turun menuju pos pertama… kami hanya menghabiskan waktu kurang lebih dua jam saja… cepat kan? hehehe….
setelah sampai di pos pertama, kami beristirahat sebentar, Koala mulai merasakan keanehan di perutnya sehingga langsung duduk, beruang madu langsung memanjat naik ke pohon… entah mau melihat apa… nah yang paling menyebalkan adalah… si Harimau mulai kembali menerkamku dengan kameranya…. (lama-lama aku melamar jadi model deh… hahaha)
Setelah bersitirahat yang cukup, kami pun mulai melanjutkan perjalanan kembali… karena sang koala sedang tidak enak badan, dan aku kebelet ingin ke wc, akhirnya sang Harimau menyuruh Beruang madu untuk menjaga koala, sedangkan dia langsung mengejarku yang sudah kabur duluan… (tidak bermaksud meninggalkan koala, Alu…. tapi waktu itu benar-benar sudah tidak tahan… hahahaha…)
Akhirnya aku dan Harimau sampai terlebih dahulu sekitar pukul empat sore, sambil menunggu koala dan beruang madu, aku pun mulai jajan di sekitar warung yang ada di pos awal… setelah itu kami mengambil motor di rumah bapak, makan malam di rumah makan DK di daerah Jatinangor, dan baru sampai di kosan sekitar pukul 10 malam… bobo deh…
***THE END***
hmm… sebetulnya mila bingung gimana menceritakan awalnya… tapi perjalanan kesana sungguh menyenangkan… dan pasti akan kuingat selalu… ini perjalanan kemping pertama kalinya bersama teman-teman, apalagi kami baru saja bertemu hari itu (kecuali dengan Friska tentunya…). Teman-teman baruku itu bernama Mehfta dan Ilham, dan yang seterusnya akan aku panggil dengan sebutan Mehfta = Harimau, dan Ilham = Beruang Madu, Friska = Koala, Aku = Kelinci.
Alu pasti bingung kan kenapa pada akhirnya kami punya nama julukan sendiri-sendiri? hehe… kejadian sangat lucu dan unik…
Mehfta disebut sebagai harimau karena dia paling suka menggeram dan menerkam… terutama dia gemas sekali kalau melihatku… padahal rasanya si aku biasa-biasa saja…. hahahaha….(jangan cemburu ya sayang…) Cuma main-main saja kok…
Ilham disebut sebagai beruang madu, karena kerjaannya kalau ga ada kerjaan hanya tidur terus dan akan bangun jika dia mencium bau makanan, hehehehe… tapi dia baik sekali alu… waktu lensa kontak ku hilang, dialah yang membantuku untuk naik ke atas puncak, aku sangat berterimakasih padanya… hihihihi (pasti dia GR deh)
Friska disebut sebagai koala. sebenarnya aku ga tau nih… sebutannya dikasih sama mehfta.. hahaha… (romantic ya???) hiihihihihi…
Aku disebut sebagai kelinci karena aku ga bisa diam dan kata mereka si aku paling ceria. bayangkan saja alu… lensa kontak hilang yang berarti aku sama sekali tidak bisa melihat dengan jelas, namun masih bisa tertawa dan berlari serta bernyanyi…(kau tidak pernah mendengar aku menyanyi ya? lain kali ya! heehehe).
Cukup sekian ya perkenalan tentang tokoh-tokohnya.. kali ini aku akan mulai bercerita…
JUMAT
Jujur saja acara ini berlangsung dengan sangat mendadak. Aku hanya diberi kabar oleh Friska kalau dia mengajaku untuk kemping di Gunung Manglayang, tepatnya di daerah yang bernama Batu Kuda. Aku sama sekali tidak tau kalau ternyata kami malah bisa mencapai puncak Prisma Gunung Manglayang. hahahaha…. (garing ya?). Awalnya aku sama sekali tidak bersemangat untuk mengikuti acara kemping ini, karena aku belum mengenal teman-teman Friska, dan Mehfta yang hanya aku kenal lewat Facebook, selalu saja memberikan komentar yang iseng baik di fb aku maupun di Fbnya dia… itu lah yang agak membuat aku malas…
Berbeda halnya dengan Friska, dia sangat bersemangat, bahkan dia sudah meminjam tas ransel milik temannya jauh-jauh hari… dia sudah mencatat keperluannya jauh-jauh hari pula, sedangkan aku, baru satu hari sebelum keberangkatan, itu juga aku hanya memakai tas biasa, bukan tas untuk kemping. hehehe…(mungkin karena ga terlalu niat di awalnya). Hari itu adalah hari Jumat, sebelum berangkat ke kemping aku menyempatkan diri untuk mengunjungi kampus ku untuk bertemu dengan dosen, setelah urusanku dengan dosen beres, barulah aku datang ke kosannya Friska.
Ketika aku sampai di kosannya dengan bersemangat dia bertanya padaku, barang apa saja yang sudah aku bawa, dan dengan tertawa aku hanya menjawab “belum ada…” akhirnya dia menarik tanganku dan mengajak ku untuk berbelanja, baik untuk keperluanku sendiri dan untuk keperluan kelompok. Sekitar jam 1 siang barulah Mehfta datang, dia membawa tas ransel yang luar biasa besarnya, agak sedikit minder si, soalnya diantara mereka tas aku yang paling kecil, hehehe….
Beberapa jam kemudian barulah datang Ilham, tidak kalah besarnya dengan Mehfta, dia pun membawa tas yang besar… hehehe… kesulitan yang ada padaku adalah aku tidak tau bagaimana menyimpan sleeping bag aku, hingga akhirnya sleeping bag aku dibawa oleh kedua anak cowok itu (tidak tau yang mana, tapi salah satunya membawa sleeping bag kesayanganku…). Uniknya lagi , setelah aku memberikan sleeping bag aku yang besar, kedua co tadi langsung menyuruhku untuk menunggu di kamar Friska (mereka beres-beres di ruang tamu kosan Friska), selesai kemping barulah aku tau kalau ternyata mereka sekalian foto-foto dulu…hahahaha…
Selesai mengepak semuanya barulah kami mulai berangkat ke gunung dengan mengendarai motor si harimau dan beruang madu. awalnya aku pikir aku akan naik motor beruang madu, karena si koala dengan harimau sudah berteman sangat lama, ternyata salah… akhirnya aku naik motor bersama si harimau dan beruang madu dengan koala. Di tengah perjalanan kami masih sempet untuk berfoto-foto di motor… pokoknya mengasikkan. Sepanjang jalan yang kami lalui sangat indah dan udaranya juga masih sangat bersih… rencananya ketika sampai diatas, kami akan mampir dulu di rumah ku (rumah desa milik bapakku, yang memang dekat dengan Batu Kuda).
Akhirnya kami sampai dan waktu sudah menunjukkan untuk sholat Magrib, setelah sholat magrib, kami pun mulai melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. (Motor dititipkan di rumah aku). Ragu kembali menyelimuti diriku ketika sang Harimau mengatakan bahwa kita akan mendaki sampai puncak prisma. Apa aku bisa??? ini adalah pertama kalinya aku mendaki gunung dan malam-malam pula, senter yang ada hanya dua, senter utama lumayan bisa menerangi jalan sedangkan senter yang satu lagi sangat kecil, sehingga cahayanya hanya mampu menyinari satu orang saja, alhasil selama mendaki aku benar-benar mengantungkan diriku pada sang beruang madu. (GR Lagi deh dia ntar…><)
Setelah perjuangan yang sangat melelahkan akhirnya kami tiba di pos utama (tapi bukan puncak utama) sekitar pukul 11 malam. Disanalah aku menyadari kalau ternyata lensa kontak aku yang berwarna abu-abu hilang… dan aku benar-benar kebingungan karena tidak bisa melihat dengan jelas. Cukup lama kami beristirahat disana. Beruang Madu pun sempat menyuruhku untuk masuk ke sleeping bagku yang nyaman, karena cuaca sangat dingin. Namun niat untuk tidur terganggu karena adanya niat dari sang harimau dan beruang madu untuk melanjutkan perjalanan ke puncak prisma. menurut mereka pemadangan disana jauh lebih bagus bila dibandingkan pos 1 yang hanya terdapat pohon-pohon saja. sejujurnya aku dan koala sudah sangat lelah… tapi karena niat mereka kami malah jadi tidak bisa tidur…
Malam semakin larut, dan ketika nyala api yang kami nyalakan semakin padam… Harimau dan beruang
madu pun mulai bersiap-siap kembali untuk melanjutkan perjalanan ke puncak prisma. Saat itu perasaanku sudah sangat kacau, antara berani dan tidak… namun untungnya sang beruang madu sangat baik dia benar-benar menjadi pemandu ku untuk menuju ke puncak prisma…
Sekitar jam 3 pagi barulah kami sampai di puncak Prisma, sayangnya karena mataku rabun… aku hanya melihat titik-titik cahaya yang sangat banyak terhampar di bawah kakiku… sungguh cantik, seperti melihat bintang-bintang berada di bawah kakiku… andai kau bisa melihatnya alu ku sayang… tempat itu sungguh luar biasa… setelah beruang madu dan harimau mendirikan tenda aku dengan koala langsung tertidur dengan nyenyaknya, sedangkan harimau dan beruang madu tertidur di luar tenda kami…
Sabtu/keesokan harinya…
Aku bangun dengan pegal-pegal di setiap sendi tubuhku, linu rasanya… ketika aku memikirkan bagaimana aku bisa diatas… rasanya masih tidak percaya… setelah siap untuk keluar tenda, ternyata Harimau sudah bangun duluan, baru membuka resliting tenda dia langsung menyergapku dengan kameranya… aku sudah tidak tau lagi bagaimana tampangku saat itu alu… pasti kacau… hahahaha… aku pun keluar dari tenda dan melihat berkeliling… udaranya sangat bersih… masih terdengar suara kicauan burung… jurang ada di kiri dan kanan tenda kami… masih nampak embun yang turun dari atas puncak gunung menuju tenda kami… udaranya sangat dingin…
Setelah beberapa saat menikmati pemandangan dengan harimau yang tidak berhenti mengambil foto aku dan koala… kami baru menyadari kalau sang beruang madu masih belum bangun, dia tidur meringkuk dengan sleeping bag menyelimuti tubuhnya… seperti bayi yang lagi tidur… lucu…hahaha…harimau pun mengambil fotonya kembali…
Setelah itu harimau mencoba untuk membuat sarapan, (Sarapan jadi barulah sang beruang madu bangun) sayangnya persedian air semakin menipis, hal ini sempat membuat aku dan koala agak panik, karena sumber air berada jauh dibawah… aku tidak akan sanggup kalau harus bolak-balik untuk mengambil air, untungnya ada si harimau yang sangat bersemangat untuk menambah persediaan air kami hahaha…..
Untuk mengisi kekosongan yang ada, kami bermain kartu, yang lucunya adalah, permainan dimulai oleh sang koala, hukuman bagi yang kalah adalah mengatakan kebenaran. Sayangnya disini dalam permainan tersebut sang koala selalu saja kalah, sehingga pada akhirnya ia selalu diberikan pertanyaan-pertanyaan oleh Harimau, beruang madu dan aku sendiri hehehe…
Menjelang siang cuaca semakin panas… aku dan koala mulai memisahkan diri dan masuk ke tenda kami, rencana kami ingin kembali melanjutkan tidur yang tertunda kemarin, namun karena cuaca sangat panas di puncak, kami pun mulai mencari tempat yang lebih teduh… saat kami sedang mencari tempat yang lebih teduh dan befikir untuk kembali tidur di tenda saja, ternyata sang beruang madu sudah kembali tertidur di tenda dengan nyenyaknya…(memang tukang tidur…hehehe). Akhirnya kamu menemukan tempat yang lebih teduh dekat dengan sang harimau yang sedang bobo siang juga… saking bingungnya mau ngapain di siang itu, akhirnya kami bertiga mulai bernyanyi-nyanyi dengan tidak jelas… hahaha…
Banyak sekali lagu yang kami nyanyikan saat itu, dari mulai lagu anak-anak, lagu Barat, juga lagu Korea. hahaha…. namun ditengah lagu, harimau mengundurkan diri untuk mencari air dan meninggalkan kami yang sedang asyik bernyanyi… bosan ditempat yang sama kami kembali ke dekat tenda untuk menikmati pemandangan kota bandung di siang hari… kemudian kembali bernyanyi hehehe… pokoknya hari itu penuh dengan nyanyian…(kasian sama burung-burung… bisa kalah mereka dengan aku dan koala… hahaha…)
Magrib… harimau dan beruang madu mulai mendirikan tenda untuk mereka, hal ini disebabkan cuaca yang mulai memburuk dan embun yang mulai turun seperti mau hujan. Karena cuaca semakin gelap, aku sudah tidak berani untuk keluar tenda, karena sudah mulai tidak terlihat apa-apa. Akhirnya koala dan harimau meninggalkan aku untuk mencari kayu bakar. Beruang madu yang baru bangun pun kemudian ikut mencari kayu bakar yang letaknya berdekatan dengan tenda kami.
Malamnya… harimau mulai meminta kami untuk mendongengkan banyak cerita… namun yang paling menyebalkan adalah, si beruang madu malah bertanya kalau-kalau kami bertemu dengan sesuatu yang berbau mistik…(jin kasarnya…) itu menyebalkan karena aku jadi ketakutan… (kalau aku kelinci asli, aku pasti akan langsung masuk ke dalam lubang di tanah dan berusaha untuk tidak mendengarkan apa-apa). Yang paling parah adalah si koala malah menceritakan mengenai kisah-kisah pembunuhan yang membuat ku semakin parno pada gelapnya malam… seballll…
Semakin malam, semakin seru cerita yang ada… aku mendongengkan mereka kisah-kisah yang aku baca sebelumnya untuk adikku Angky, mereka senang. Kemudian Koala menceritakan kisah-kisah seorang anak yang berbakti pada orang tua, namun bagiku menyeramkan dan agak sadis. (lain kali akan aku ceritakan) ternyata yang tidur duluan adalah si Harimau…kemudian… aku dan aku tidak tau lagi siapa….hahaha
Minggu
Pagi harinya, aku terbangun karena pancaran cahaya senter dan suara koala yang bertanya kepada beruang madu.
Koala: “kamu semalam tidur di tenda co beruang madu?”
beruang madu menjawab :“ga tuh, aku tidur bareng kelinci dan harimau”
Koala: “lah terus… yang semalam tidur disamping aku siapa??????”
Kami semua bingung saat itu, lalu Koala pun bercerita kalau semalam ia seperti melihat beruang madu tidur dan bergerak layaknya manusia yang sedang tidur dengan nyenyaknya, padahal saat itu beruang madu sedang tidur di tempat yang berbeda…
Setelah bercerita hal tersebut, harimau dan beruang madu pergi untuk memotret di bagian bawah puncak, dan meninggalkan aku dan koala. karena ditinggal kami pun mulai sedikit beres-beres karena hari ini kami berencana untuk pulang!!! horeeeeee…. kisah itu akhirnya aku coba lupakan…
Setelah beberes selesai kami pun, segera turun dari puncak Prisma tersebut. Menurutku, lebih enak turun bila dibandingkan dengan naik, dan entah mengapa, aku lebih bersemangat karena mungkin memikirkan betapa nyamannya nanti setelah sampai di kosan sendiri hehehe… karena semalam embun turun dan tanda-tanda mau hujan (walaupun ternyata ga hujan juga)… tanahnya lumayan licin alu…
Karena tidak mau merepotkan sang beruang madu, aku pun berusaha untuk bisa berjalan tanpa dibantu olehnya. Alu tau? akhirnya sepanjang jalan menurut tersebut, bermain perosotan hahaha… alhasil celana dan bajuku penuh dengan tanah. Berbeda dengan waktu naik kemarin, pada saat turun, aku merasa lebih cepat, kemarin kami bisa menghabiskan waktu kurang lebih lima jam untuk naik ke puncak prisma, tapi ketika turun menuju pos pertama… kami hanya menghabiskan waktu kurang lebih dua jam saja… cepat kan? hehehe….
setelah sampai di pos pertama, kami beristirahat sebentar, Koala mulai merasakan keanehan di perutnya sehingga langsung duduk, beruang madu langsung memanjat naik ke pohon… entah mau melihat apa… nah yang paling menyebalkan adalah… si Harimau mulai kembali menerkamku dengan kameranya…. (lama-lama aku melamar jadi model deh… hahaha)
Setelah bersitirahat yang cukup, kami pun mulai melanjutkan perjalanan kembali… karena sang koala sedang tidak enak badan, dan aku kebelet ingin ke wc, akhirnya sang Harimau menyuruh Beruang madu untuk menjaga koala, sedangkan dia langsung mengejarku yang sudah kabur duluan… (tidak bermaksud meninggalkan koala, Alu…. tapi waktu itu benar-benar sudah tidak tahan… hahahaha…)
Akhirnya aku dan Harimau sampai terlebih dahulu sekitar pukul empat sore, sambil menunggu koala dan beruang madu, aku pun mulai jajan di sekitar warung yang ada di pos awal… setelah itu kami mengambil motor di rumah bapak, makan malam di rumah makan DK di daerah Jatinangor, dan baru sampai di kosan sekitar pukul 10 malam… bobo deh…
***THE END***
Langganan:
Komentar (Atom)