Minggu, 09 Mei 2010

Tolong! Kelinci Diculik!

Lanjutan Kisah Kelinci, Koala, Harimau, dan Beruang Madu

Part I :Penculikan Kelinci


Hari itu adalah hari Minggu, hari ini ia memiliki janji dengan sahabatnya sang koala untuk pergi ke pasar bersama. Kelinci teringat, minggu lalu ia sempat kemping bersama sahabatnya yang lain yaitu Harimau dan Beruang Madu, namun minggu ini nampaknya hanya ia dan Koala saja yang bisa bersama-sama. Saat ia sedang berjalan-jalan bersama Koala, tiba-tiba dia mendapat kabar dari merpati pos kalau teman-temannya yang lain (Harimau dan Beruang Madu) sedang berada di pegunungan menemani Bu Guru. Harimau bertanya kepada kelinci, “lagi ada dimana?”. “Dipasar bersama dengan Koala, kenapa?” sahut Kelinci. “Kami sedang ada di gunung nih, menemani bu guru, semalam dia ajak kita kemping jadi jalan deh, tapi kami jadi ingat kalian!” katanya.

Sementara itu, disampingku Koala hanya tersenyum-senyum saja, dan tiba-tiba bertanya pada sang kelinci. “Harimau, sms kamu ya?”. Kelinci hanya mengngguk, kemudian balik bertanya, “dia juga sms kamu?”. Koala mengangguk sambil senyam-senyum sendiri. “dia Tanya apa kita mau dijemput pulang dari pasar?”. Kelinci menengok ke kiri dan kanannya kemudian berkata, “tapi kita kan sedang bersama temanmu, masa kita meninggalkan dia, tapi kalau kamu lelah berjalan, kamu pulang aja sama temanmu dijemput oleh si Harimau dan Beruang madu.
Koala menggeleng, “ga enak ah, kita kan jalan awal bertiga, masa salah satu mau ditinggalkan. Akhirnya si Kelinci pun memberikan pesan pada Merpati Pos untuk mengatakan pada sang Harimau dan Beruang madu, agar tidak usah menjemput mereka. Sepulangnya dari pasar, Kelinci main sebentar ke rumah Koala, dan kemudian pulang ke rumahnya.

Menjelang siang hari, Kelinci mulai merasa bosan, namun untuk menghalau kebosanannya tersebut, Kelinci pun mencoba untuk sedikit merapikan kamarnya, mengerjakan tugas-tugas yang belum sempat ia kerjakan. Sedang asik-asiknya mengerjakan tugas, tiba-tiba jendela kamarnya ada yang mengetuk, Kelinci kaget kemudian, dengan perlahan ia membuka kaca jendelanya, dan ternyata ada seekor Merpati pos dengan surat di paruhnya. “Hei Kelinci, kau mendapatkan surat lagi nih, dari sang Harimau”. Kelinci pun cepat-cepat mengambil surat dari paruh si Merpati Pos. “Kami mau ke kosan mu ya! kau ada kan?” tulis surat tersebut. Kelnci cepat-cepat membalas surat tersebut dan memberikannya kepada Merpati Pos kembali.
Selang beberapa menit, muncullah surat kedua dari Harimau, “ok satu jam lagi kami akan datang”. Selama menunggu selama satu jam tersebut, kelinci selalu bertanya-tanya ada apa dengan harimau dan Beruang Madu? apa nanti Koala juga akan ikut? tumben mereka mau main ke kosan tanpa dia minta, biasanya mereka hanya datang kalau Kelinci atau Koala sedang membutuhkan bantuan saja, atau ketika barang mereka masih ada di salah satu rumah Kelinci atau Koala.

Saat sedang asyik kembali membaca tiba-tiba terdengarlah teriakan dari luar.
Beruang Madu “heiii… Kelinci… kamu ada di dalam?”
Kelinci cepat-cepat keluar dari peraduannya, ketika sampai di luar, yang dilihatnya hanyalah si Beruang Madu saja, sedangkan si Harimau sama sekali tidak ada. maka bertanyalah ia pada si Beruang Madu. “Harimau mana?”
Beruang Madu, “nanti dia nyusul! boleh masuk ga? dingin disini…” katanya sambil mulai menggosokkan cakarnya yang besar. Kelinci pun mempersilahkan si Beruang Madu untuk masuk ke peraduannya yang SYUKURLAH cukup besar untuk ukuran si kelinci, dan sedang untuk ukuran si Beruang Madu.

Ketika Kelinci menyuguhkan madu dari sarang lebah yang dekat dengan rumahnya, Beruang langsug meminumnya dengan nikmatnya. Selesai menonton si Beruang madu meminum madunya sang Kelinci langsung bertanya kepada si Beruang madu:
Kelinci: “Jadi? tumben sekali kamu sendirian yang datang ke rumah aku? ga sama Harima u?”
Beruang Madu: “nanti juga dia menyusul!” (sambil masih asik menjilati bibirnya yang masih ada madunya).

Tidak beberapa lama setelah itu, jendela si Kelinci berbunyi kembali, “Tok, Tok!”. “Nah itu pasti si Harimau” Kata si Beruang Madu. Namun Kelinci Nampak heran, masa Harimau yang begitu besar, mengetuk jendela, bukannya pintu sekalian, seperti sang Beruang Madu?. Ketika Kelinci membuka jendelanya, benar saja dugaannya! ternyata yang ada di luar bukanlah sang Harimau, tetapi Merpati pos dengan sebuah surat mengapit di paruhnya.

“Sorry… sepertinya aku akan telat ketempatmu, Kelinci, malam ini, biar si Beruang Madu aja ya yang menemani kamu? gak papa kan? soalnya aku cape banget nih, kalau harus kesana lagi…” bunyi surat yang ternyata ditulis oleh sang Harimau. Kelinci pun segera menyampaikan isi surat itu kepada sang Beruang madu. Si Beruang tampak heran… kemudian tiba-tiba saja dia menarik tangan si Kelinci dan berkata “Kita susul saja dia!” sahutnya. Dengan tubuh yang mungil, Si kelinci hanya bisaa berteriak sebentar mengatakan “Tolong!!!! Aku Diculik!!!!” Sayangnya malam itu sangat gelap, hgingga satwa lain tidak ada yang bisa mendengarnya.

Part II: Lapangan Tempat Si Harimau

Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Beruang madu dan Kelinci sampai juga di sebuah tempat, mirip seperti lapangan yang sangat luas, masih dengan Kelinci menggelantung di badannya, si Beruang madu berjalan secara perlahan ke sebuah pohon. Samar-samar si Kelinci melihat sebuah tubuh sedang tidur. “Mirip sama Si Harimau… apa itu dia ya?” Tanya Si Kelinci dalam hati.

Akhirnya si Kelinci dan Beruang Madu sampai pula di pohon tersebut, dengan perlahan si Beruang madu pun menurunkan Kelinci dari pundaknya. Lalu berjalan ke sebelah makhluk yang sedang tertidur.
“Heh, Harimau… aku bawa kelinci nih… tinggal koala yang belum aku bawa… kita jadi berangkat ga hari ini?” Tanya si Beruang Madu.
Sang Harimau, menggeliat sebentar, kemudian bangun dan kaget karena ternyata si kelinci sudah ada di antara Beruang Madu dan Harimau. “Wah dah sejak kapan kamu ada disini kelinci?” Tanya Harimau.

Karena lelah Kelinci hanya menjawabnya dengan pelan, “Tadi aku diculik sama Beruang Madu, dia pikir kamu kenapa-kenapa gitu makanya ga jadi ke rumah aku” Kata kelinci polos.

Harimau dan Beruang Madu langsung tertawa dengan riang, kemudian Beruang Madu bertanya kepada sang Harimau, “jadi… siapa nih yang mau jemput si Koala?”. Sambil menguap Sang Harimau pun mulai berdiri dan mulai berjalan perlahan, “ya sudahlah biar aku saja, kau kan sudah jemput Kelinci, pasti kamu cape kan?” kata si Harimau.
Namun belum sampai beberapa meter menjauhi pohon kediaman Harimau, dengan tubuhnya yang besar, Beruang Madu dengan cepat menyusul si Harimau. “Jangan… Aku aja deh yang jemput Koala, soalnya sepertinya kamu cape banget …kan perjalanan tadi lumayan juga… kamu temenenin si Kelinci aja ya” lantas dia pun segera berlari dengan keempat kakinya yang besar menuju kegelapan malam meninggalkan Kelinci dan Harimau.

Part III: Menunggu bersama si Harimau

Selepas ditinggalkan oleh sang Beruang Madu, dengan penasaran dia langsung mendekati sang Harimau dan duduk disebelahnya. “Kemana si Beruang Madu?”

“Jemput Koala…” jawab si Harimau dengan santai.

“Emang kita mau kemana?” Tanya si kelinci lagi.

“Mau ke tempat yang indah… kamu liat aj nanti… tenang ga akan lama ko sampai kesana, pemandangannya bener-bener indah deh…” sahut si Harimau lagi.

Kelinci hanya mengerutkan keningnya dan menatap si Harimau dengan curiga… lantas bertanya kembali, “kalian ga akan makan aku kan? jangan lupa manusia sangat suka pada dagingku loh!”

Sang Harimau hanya tertawa… “Tenang aku masih lebih suka daging rusa daripada dagingmu, soalnya lebih besar ukurannya… hahahahaha”

Kelinci pun ikut tertawa…”Apa menurutmu Koala akan marah karena aku tiba-tiba pergi ke tempatmu tanpa memberitahukan nya?”

“Kenapa dia harus marah? dia kenal aku kan sudah lama, jadi dia pasti tau aku tidak akan macam-macam padamu” Tanya Harimau heran.

Kelinci hanya mengangguk, namun tetap hatinya tidak akan tenang sebelum Koala dan Beruang Madu datang. Tidak beberapa lama, seekor burung merpati pos melemparkan sebuah surat kepada sang Kelinci. “Siapa?” Tanya Harimau. Kelinci pun segera membuka surat tersebut…

“Bagaimana keadaanmu disana? baik-baik aja kan? si Harimau menerkam kamu ta? aku harap tidak… aku lagi di rumah si Koala neh… dia sedang bersiap-siap… sepertinya dia lebih tau kami akan kemana dibandingkan kamu tadi… hhaha… ok deh… mungkin 15 menit kami akan sampai disana…hati-hati ya… PS: Beruang Madu”. Usai membaca si Kelinci hanya tersenyum, dan segera menyampaikannya kepada sang Harimau.

Tak beberapa lama, datanglah sang Beruang madu dengan Koala di pundaknya, kemudia Si Harimau yang tadinya hanya tidur-tiduran saja, kemudia berdiri dan menghampiri si Beruang Madu, kemudian mereka mengobrol dan berbisik-bisik, harimau berbalik dan berkata kepada Kelinci dan Koala. “Kalian tunggu disini ya, kami tidak akan lama” setelah itu Kelinci dan Koala ditinggalkan oleh si Harimau dan Beruang Madu.

Tak beberapa lama kemudian, Harimau dan Beruang Madu pun kembali dengan membawa banyak sekali perlengkapan, yang ternyata adalah makanan. “OK.. Pa semuanya sudah siap untuk berangkat? Aku siap” kata si Harimau. Dilanjutkan dengan kata siap dari Beruang Madu dan Koala. Namun, Kelinci yang dari tadi masih bingung akhirnya bertanya kepada ketiga sahabatnya. “Sebenarnya kita mau kemana sih?”, namun sebelum Kelinci memprotes mereka bertiga, si Harimau langsung menggigit leher si Kelinci dan menaikkannya ke punggungnya. Beruang pun melakukan hal yang sama terhadap si Koala. Bedanya, Koala tertawa, sedangkan si Kelinci masih terlihat bingung.

Akhirnya mereka pun berangkat. Harimau dan Kelinci sebagai penunjuk jalan, dan Beruang Madu dan Koala mengekor di belakang. Jalanan yang tadinya datar kemudia semakin meninggi udara pun semakin dingin… bagi ketiga sahabatnya hal itu bukanlah merupakan masalah, namun bagi Kelinci yang bertubuh mungil dan tidak memiliki bulu setebal Harimau, Beruang Madu, dan Koala, hal itu bisa menjadi masalah. Beruang Madu yang melihat si Kelinci kedinginan, kemudian mendekatinya dan menutupnya dengan selembar selimut manusia, Kelinci kaget dan bertanya kepada Beruang Madu, dari mana dia mendapatkan selimut manusia itu.

“Tadi, saat kami pergi sebentar meninggalkan kalian di rumah si Harimau, yah lumayan kan… aku dan Harimau bisa mencurinya, hohoho” tawa si Beruang Madu.

Kelinci tersenyum dan berkata. “makasih ya”.

Akhirnya sampai lah mereka di sebuah puncak bukit yang bernama Cartil. dibawah kaki mereka terhampar lampu-lampu kota yang menyala dengan indah, (karena sudah malam). Saat itulah Kelinci teringat janji dari para sahabatnya itu, sebelumnya Kelinci hanya mendengarkan kisahnya dari Koala dan Harimau, kemudian saat dia menceritakannya keinginannya untuk pergi ke tempat tersebut, Beruang Madu pun berjanji untuk mengajaknya pergi kesana.

“Ternyata disini ya tempatnya?” woa… keren banget ya?” teriak Kelinci saking gembiranya. Sahabatnya hanya tertawa bahagia melihat kelinci tertawa-tawa dan meloncat-loncat dengan riangnya.


***TAMAT***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar